
Inspirasi & Pengembangan Diri
A Moveable Feast
Memoar Kehidupan Seorang Penulis Muda di Paris pada 1920-an
Ernest Hemingway
Ernest Hemingway mengenang masa mudanya di Paris pada 1920-an, ketika ia hidup sederhana namun kaya pengalaman bersama para penulis legendaris seperti F. Scott Fitzgerald, Ezra Pound, dan James Joyce. Sebuah memoar tentang rasa lapar, persahabatan, dan proses menjadi penulis besar.
- Waktu baca
- 12 menit
- Bagian
- 10
- Rating
- —
- Akses
- Premium
Tentang buku ini
Tentang buku ini
Bayangkan kamu muda, tidak punya uang, tapi tinggal di Paris pada tahun 1920-an sambil bergaul dengan para penulis legendaris seperti F. Scott Fitzgerald, Ezra Pound, dan James Joyce. Itulah kisah yang dibawakan Ernest Hemingway dalam memoarnya ini. Diantara deskripsi yang begitu hidup tentang rasa lapar, jalan-jalan kota yang terus berubah di masa antarperang, dan kafe-kecil tempat ia menulis, Hemingway memperkenalkan kita pada para raksasa sastra dan tempat-tempat bersejarah seperti toko buku Shakespeare and Company beserta pemiliknya, Sylvia Beach. Semuanya ikut membentuk perjalanan seorang penulis muda yang kelak menjadi salah satu nama terbesar dalam kesusastraan dunia.
Yang akan kamu pelajari
Yang akan kamu pelajari
Dari perjalanan Hemingway di Paris, kita belajar bahwa kesederhanaan hidup bukanlah penghalang kebesaran. Di tengah kemiskinan dan rasa lapar, Hemingway justru menemukan kejernihan berpikir dan disiplin yang membentuknya menjadi penulis legendaris. Kebiasaannya menulis satu 'kalimat benar' untuk memecah kebuntuan, berhenti menulis ketika tahu arah cerita, dan benar-benar mendengarkan dunia sekitar setelah selesai bekerja, adalah pelajaran berharga bagi siapa pun yang ingin berkarya.
Kita juga belajar tentang kekuatan komunitas. Hemingway tidak menjadi besar sendirian, ia dibesarkan oleh mentor seperti Gertrude Stein, sahabat setia seperti Ezra Pound yang rela membantu T.S. Eliot meninggalkan pekerjaan kantornya, dan Sylvia Beach yang mempercayakan buku-bukunya tanpa meminta bayaran. Sebaliknya, kisah Fitzgerald dan Zelda menjadi peringatan tentang bagaimana hubungan yang merusak dan alkohol dapat mengikis bakat terbesar sekalipun. Pada akhirnya, buku ini mengajarkan kita bahwa sebuah tempat, sebagaimana Paris bagi Hemingway, bisa menjadi bagian tak terpisahkan dari jati diri kita, dan kenangan tentangnya akan selalu hidup dalam bentuk yang berbeda di setiap orang.
Sisanya untuk member
8 bagian lagi menunggu.
Buka seluruh ringkasan mulai dari paket bulanan, atau pilih tiga bulanan. Tanpa perpanjangan otomatis.



