Sampul A Warning

Inspirasi & Pengembangan Diri

A Warning

Peringatan dari Dalam Gedung Putih tentang Kepemimpinan Trump yang Tak Terkendali

Anonim

Seorang pejabat senior pemerintahan Trump membocorkan kekacauan di Gedung Putih dan peringatan mendesak bahwa pagar pengaman demokrasi telah roboh.

Waktu baca
33 menit
Bagian
15
Rating
—
Akses
Premium

Tentang buku ini

Tentang buku ini

Bayangkan kamu bekerja di jantung kekuasaan dunia, di Gedung Putih, namun tugas utamamu setiap hari bukanlah menjalankan kebijakan negara. Tugasmu justru menahan tangan presidenmu sendiri agar tidak menekan tombol-tombol yang bisa membawa bencana bagi seluruh bangsa. Itulah kisah nyata yang diangkat dalam buku ini, ditulis oleh seorang pejabat senior pemerintahan Trump yang sampai hari ini tetap menyembunyikan identitasnya di balik satu kata: "Anonymous". Buku ini adalah kelanjutan dari tulisan opini yang menggemparkan di New York Times pada September 2018, yang mengungkap adanya perlawanan diam-diam dari dalam Gedung Putih.

Namun kali ini, Anonymous membawa kabar yang jauh lebih kelam: perlawanan itu sudah gagal. Para penjaga nilai dan prinsip telah dipecat atau pergi satu per satu, dan pagar pengaman demokrasi telah roboh total. Yang tersisa adalah presiden yang digambarkan impulsif dan tak terkendali, seperti anak berusia dua belas tahun yang asal menekan tombol di menara pengawas lalu lintas. Buku ini adalah peringatan mendesak bahwa jika rakyat tidak bertindak, kapal demokrasi bisa benar-benar tenggelam.

Yang akan kamu pelajari

Yang akan kamu pelajari

Dari perjalanan panjang buku ini, kita belajar bahwa demokrasi tidak pernah dijamin bertahan dengan sendirinya; ia membutuhkan penjaga, dan penjaga terakhirnya adalah rakyat itu sendiri. Kita menyaksikan bagaimana sekelompok pejabat berprinsip di Gedung Putih mencoba menjadi "Steady State" yang menjaga presiden tetap di jalur, namun satu per satu terkikis oleh kekuasaan yang tidak menyukai pertentangan. Kita juga belajar menilai karakter pemimpin melalui empat kebajikan klasik Cicero, yaitu kebijaksanaan, keadilan, keberanian, dan kesederhanaan, cermin yang tetap relevan hingga kini tidak hanya untuk presiden Amerika tetapi untuk siapa pun yang memegang kekuasaan.

Selain itu, buku ini mengajarkan betapa pentingnya kebenaran bersama sebagai fondasi penyelesaian masalah: ketika masyarakat tidak lagi sepakat tentang fakta, mustahil mereka sepakat tentang solusi. Kita diajak memahami bahaya kebohongan yang diulang-ulang, bias konfirmasi yang diperparah media sosial, serta tekanan terhadap pers bebas sebagai benteng terakhir kebenaran. Dan yang paling utama, perubahan sejati tidak datang dari para pejabat yang bersuara dari dalam, melainkan dari partisipasi aktif warga: hadir di kotak suara, mengawasi para perwakilan, dan menjaga kesantunan berwarganegara dalam kehidupan sehari-hari.

Sisanya untuk member

13 bagian lagi menunggu.

Buka seluruh ringkasan mulai dari paket bulanan, atau pilih tiga bulanan. Tanpa perpanjangan otomatis.

Lainnya di Inspirasi & Pengembangan Diri