
Uang & Ekonomi
Capital in the Twenty-First Century
Mengungkap Hukum Tersembunyi Ketimpangan Ekonomi dan Masa Depan Kapitalisme
Thomas Piketty
Temukan hukum r > g yang menjelaskan mengapa kekayaan selalu mengalir ke segelintir orang, dan gagasan kontroversial pajak kekayaan global untuk mengubahnya.
- Waktu baca
- 11 menit
- Bagian
- 11
- Rating
- —
- Akses
- Premium
Tentang buku ini
Tentang buku ini
Pernah tidak sih kamu merasa kalau aturan main ekonomi dunia itu seperti sudah di-setting untuk membuat yang kaya makin kaya? Nah, buku ini mencoba membongkar perasaan itu dengan data yang sangat serius. Thomas Piketty, seorang ekonom asal Prancis, menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menggali data pajak penghasilan, pajak warisan, dan data keuangan lainnya dari berbagai negara selama berabad-abad. Hasilnya adalah sebuah penelitian luar biasa tentang sejarah ketimpangan ekonomi yang dampaknya masih sangat terasa sampai hari ini. Inti dari argumennya adalah sebuah formula sederhana tapi menakutkan: tingkat pengembalian modal, yang biasa disimbolkan sebagai "r", hampir selalu lebih besar daripada tingkat pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan, yang disimbolkan sebagai "g". Dalam bahasa matematika, ini disebut r > g, dan menurut Piketty, inilah hukum fundamental kapitalisme yang menjadi akar dari ketimpangan.
Tapi buku ini tidak cuma berhenti di situ. Kamu akan diajak melihat bagaimana hukum r > g ini bekerja dalam kehidupan nyata: mengapa warisan bisa menjadi lebih penting daripada kerja keras, mengapa gaji para eksekutif bisa meroket setinggi langit, dan mengapa masa depan bisa kembali menjadi milik para ahli waris. Piketty juga tidak pelit solusi; ia mengusulkan ide kontroversial tentang pajak kekayaan global. Buku ini bukan sekadar bacaan ekonomi; ini adalah undangan untuk memahami mengapa dunia terasa semakin tidak adil, dan apa yang mungkin bisa kita lakukan untuk mengubahnya.
Yang akan kamu pelajari
Yang akan kamu pelajari
Dari perjalanan kita menelusuri ide-ide besar dalam buku ini, ada beberapa pelajaran kunci yang bisa kita bawa pulang. Pertama, kita belajar bahwa kapitalisme memiliki kecenderungan alami untuk menciptakan ketimpangan melalui hukum fundamentalnya, r > g. Ini bukan soal moral baik atau buruk, tetapi tentang bagaimana sistem bekerja secara matematis. Kedua, kita melihat bahwa pertumbuhan ekonomi tinggi yang kita nikmati selama ini adalah anomali sejarah, dan perlambatannya akan membuat kekayaan warisan kembali mendominasi. Ini adalah peringatan serius tentang masa depan mobilitas sosial.
Terakhir, dan ini yang paling memberdayakan, Piketty mengajarkan kita bahwa ketimpangan, terutama ketimpangan upah, bukanlah takdir yang tidak bisa diubah. Ia adalah hasil dari pilihan-pilihan politik dan sosial yang kita buat bersama. Solusi seperti pajak kekayaan global memang terdengar utopis, tetapi ia membuka ruang diskusi tentang bagaimana kita ingin membentuk masa depan ekonomi kita. Buku ini mengajak kita untuk tidak hanya menjadi penonton pasif, tetapi menjadi partisipan aktif dalam merancang masyarakat yang lebih adil.
Sisanya untuk member
9 bagian lagi menunggu.
Buka seluruh ringkasan mulai dari paket bulanan, atau pilih tiga bulanan. Tanpa perpanjangan otomatis.



