
Uang & Ekonomi
Doughnut Economics
7 Cara Berpikir Seperti Ekonom Abad 21 untuk Membangun Ekonomi yang Manusiawi dan Berkelanjutan
Kate Raworth
Buku ini menantang dogma pertumbuhan ekonomi dengan metafora donat: ekonomi harus cukup untuk menghapus kemiskinan tanpa merusak batas ekologis bumi. Kate Raworth mengajak kita merancang ulang sistem ekonomi yang lebih manusiawi dan berkelanjutan.
- Waktu baca
- 10 menit
- Bagian
- 10
- Rating
- —
- Akses
- Premium
Tentang buku ini
Tentang buku ini
Pernahkah kamu berpikir bahwa tolok ukur keberhasilan suatu negara selama ini salah arah? Kita terobsesi pada angka pertumbuhan ekonomi atau PDB, padahal di balik angka itu, ketimpangan sosial semakin lebar dan bumi kita semakin terpuruk. Di buku ini, ekonom dari Universitas Oxford, Kate Raworth, mengajak kita memandang ekonomi melalui metafora yang sangat cerdas: sebuah donat. Cangkang luar donat adalah batas ekologis bumi, sedangkan lubang di tengahnya adalah zona kekurangan manusia. Misi kita sangat jelas, yaitu berada tepat di adonan donat tersebut. Kita harus membangun ekonomi yang cukup untuk menghapus kemiskinan, tetapi tidak boleh eksploitatif hingga menghancurkan planet ini. Ini adalah panggilan kebangkitan untuk merancang ulang sistem ekonomi yang lebih manusiawi dan berkelanjutan.
Yang akan kamu pelajari
Yang akan kamu pelajari
Setelah menelusuri gagasan-gagasan segar dalam Doughnut Economics, kita diajak untuk melepaskan ketergantungan pada pertumbuhan ekonomi tanpa batas sebagai satu-satunya indikator kemajuan. Kamu akan memahami betapa pentingnya merancang sistem ekonomi yang bertujuan memenuhi kebutuhan dasar manusia tanpa menghancurkan planet ini, sebagaimana digambarkan oleh metafora donat yang elegan. Kita juga belajar bahwa manusia bukanlah robot egois, melainkan makhluk sosial yang digerakkan oleh koneksi dan nilai-nilai intrinsik.
Lebih jauh, pemahaman ini membuka mata kita bahwa ekonomi tidak berdiri sendiri, melainkan tertanam dalam ekosistem dan masyarakat. Dengan mengadopsi model distributif dan regeneratif, kita dapat mendorong terwujudnya keadilan kepemilikan aset, demokratisasi keuangan, dan siklus produksi yang tidak menghasilkan limbah. Pada akhirnya, kita dituntut untuk berani membayangkan masa depan di mana kesejahteraan manusia dan keberlanjutan bumi menjadi prioritas tertinggi, melampaui obsesi pada angka pertumbuhan.
Sisanya untuk member
8 bagian lagi menunggu.
Buka seluruh ringkasan mulai dari paket bulanan, atau pilih tiga bulanan. Tanpa perpanjangan otomatis.



