Sampul How to Be an Antiracist

Inspirasi & Pengembangan Diri

How to Be an Antiracist

Perjalanan Personal Menghadapi Rasisme dan Menjadi Antirasis

Ibram X. Kendi

Sebuah memoar sekaligus panduan praktis yang mengajak kita membongkar keyakinan rasis yang tersembunyi dan mengubahnya menjadi tindakan nyata untuk keadilan rasial.

Waktu baca
38 menit
Bagian
15
Rating
—
Akses
Premium

Tentang buku ini

Tentang buku ini

Bayangkan seorang penulis berkulit hitam yang berani mengakui, tanpa tedeng aling-aling, bahwa dirinya pernah menjadi rasis. Bukan karena ia membenci rasnya sendiri, tetapi karena ia tumbuh besar di tengah masyarakat yang menanamkan ide-ide rasis sedemikian halusnya hingga ia sendiri tidak sadar telah menelannya bulat-bulat. Inilah titik berangkat buku How to Be an Antiracist karya Ibram X. Kendi, sebuah perjalanan pribadi yang dibuka dengan kejujuran menohok.

Inti gagasannya sederhana namun mengguncang: perbedaan antar ras memang ada, tetapi perbedaan itu tidak pernah menjadi penyebab ketimpangan. Yang membuat ketimpangan terus hidup adalah kebijakan. Kendi meyakini semua kelompok ras setara, dan seorang antirasis adalah mereka yang aktif mendukung kebijakan yang memperkecil ketimpangan. Buku ini mengajak kita membongkar keyakinan yang selama ini kita simpan diam-diam, lalu mengubahnya menjadi tindakan nyata yang bisa kita mulai hari ini juga.

Yang akan kamu pelajari

Yang akan kamu pelajari

Kalau kita menarik benang merah dari seluruh perjalanan buku ini, pesan utamanya sangat jernih: ras adalah konstruksi sosial berusia sekitar enam ratus tahun yang justru diciptakan setelah kebijakan perbudakan ada, sebagai alat pembenaran belaka, bukan fakta biologis. Manusia berbagi 99,9 persen gen yang sama, dan ketimpangan antar kelompok rasial tidak pernah disebabkan oleh perbedaan bawaan, melainkan oleh kebijakan yang dirancang demi kepentingan pihak berkuasa. Karena itu tidak ada wilayah abu-abu: setiap ide dan kebijakan pasti mendorong kesetaraan atau menghambatnya, sehingga bersikap netral sama saja dengan memelihara ketimpangan yang sudah ada.

Kita juga belajar mengenali wajah-wajah rasisme yang jauh lebih halus dari yang kita duga, mulai dari rasisme biologis, rasisme tubuh, kolourisme, rasisme budaya, rasisme perilaku, rasisme ruang, hingga rasisme interseksional yang menjalin kelas, gender, dan seksualitas menjadi satu tekanan bertumpuk. Menjadi antiratis berarti berani mengakui ide rasis yang mungkin kita pegang tanpa sadar, melepaskannya satu per satu, lalu mengarahkan energi pada satu-satunya hal yang terbukti mengubah keadaan: kebijakan. Bukan dengan membujuk orang mengubah pikirannya lebih dulu, melainkan dengan mengubah kebijakan lebih awal dan membiarkan perubahan pikiran menyusul setelah manfaatnya terlihat, persis seperti pola sejarah yang berulang dari desegregasi hingga Obamacare.

Sisanya untuk member

13 bagian lagi menunggu.

Buka seluruh ringkasan mulai dari paket bulanan, atau pilih tiga bulanan. Tanpa perpanjangan otomatis.

Lainnya di Inspirasi & Pengembangan Diri