
Inspirasi & Pengembangan Diri
Justice
Menjelajahi Keadilan: Dari Dilema Moral hingga Filsafat Politik
Michael Sandel
Michael Sandel mengajak kita menyelami pertanyaan besar tentang keadilan melalui kisah nyata dan dilema moral yang menggugah pikiran, membedah berbagai teori politik dari utilitarianisme hingga Aristoteles.
- Waktu baca
- 12 menit
- Bagian
- 9
- Rating
- —
- Akses
- Premium
Tentang buku ini
Tentang buku ini
Bayangkan kamu sedang duduk di meja makan bersama keluarga, lalu muncul pertanyaan besar: sebenarnya apa sih tujuan hidup bermasyarakat? Apa tujuan dari hukum yang mengikat kita semua? Dan yang lebih menarik lagi, apa yang seharusnya menjadi tujuan itu? Buku "Justice" karya Michael Sandel mengajak kita menyelami pertanyaan-pertanyaan raksasa ini bukan dengan cara yang membosankan, melainkan lewat kisah-kisah nyata dan dilema moral yang tajam. Sandel membedah bagaimana para filsuf politik sepanjang masa menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, lalu menawarkan kritik serta wawasannya sendiri.
Di sepanjang perjalanan buku ini, kita akan berkelana di antara tiga pertarungan besar gagasan: kesejahteraan melawan kebebasan, akal sehat melawan kebajikan moral, dan individu melawan komunitas. Kita akan bertemu dengan pemikiran-pemikiran besar seperti utilitarianisme, libertarianisme, liberalisme, hingga teori politik Aristoteles, semuanya diuji dengan kasus nyata seperti sewa rahim dan perdebatan aborsi. Siapkan kopimu, karena diskusi kita kali ini akan membuat kepalamu berputar dengan cara yang menyenangkan.
Yang akan kamu pelajari
Yang akan kamu pelajari
Setelah menyusuri buku ini bersama Sandel, kamu akan memahami peta besar filsafat politik dengan cara yang jauh lebih hidup daripada sekadar menghafal istilah. Kamu akan mengenal dua cara berpikir tentang tujuan negara, yaitu memaksimalkan kesejahteraan bersama ala utilitarianisme dan memaksimalkan kebebasan individu ala libertarianisme, beserta konsekuensi logis dan masalah moral masing-masing. Kemudian kamu akan memahami liberalisme melalui Kant dan Rawls, yang mengedepankan nalar dan negara netral terhadap nilai, serta teori Aristoteles yang justru menjadikan kebajikan moral sebagai inti politik.
Lebih dari itu, kamu akan belajar menguji setiap teori dengan dilema nyata seperti sewa rahim berbayar dan perdebatan aborsi, melihat bahwa filosofi bukan urusan abstrak semata. Dan pada akhirnya, kamu akan berkenalan dengan jawaban Sandel sendiri: sebuah komunitarianisme yang mengambil sisi terbaik dari semua filosofi tersebut, menolak mengkuantifikasi hal-hal yang bernilai luhur, dan mengajak kita membangun komunitas di mana warga benar-benar merasa terlibat dalam satu proyek bersama. Kamu juga akan melihat kontrasnya dengan pemikir seperti Marx dan Nietzsche, yang membuat perdebatan ini semakin kaya.
Sisanya untuk member
7 bagian lagi menunggu.
Buka seluruh ringkasan mulai dari paket bulanan, atau pilih tiga bulanan. Tanpa perpanjangan otomatis.



