
Uang & Ekonomi
Liar's Poker
Pengakuan Seorang Mantan Trader Wall Street tentang Keserakahan, Spekulasi, dan Kehancuran Pasar Obligasi
Michael Lewis
Liar's Poker membongkar sisi gelap Wall Street era 1980-an melalui pengalaman langsung Michael Lewis di Salomon Brothers, mengungkap budaya keserakahan dan spekulasi yang mengguncang pasar obligasi.
- Waktu baca
- 12 menit
- Bagian
- 8
- Rating
- —
- Akses
- Premium
Tentang buku ini
Tentang buku ini
Pernahkah kamu berpikir bahwa dunia investasi itu dijalankan oleh orang-orang pintar dengan kalkulasi rasional dan matang? Atau justru sebaliknya, kamu merasa pasar finansial ibarat cuaca yang tak terduga? Buku ini membeberkan kenyataan yang jauh lebih sinis dan liar. Wall Street, dalam kacamata Michael Lewis, adalah panggung utama bagi para predator finansial yang lihai memanfaatkan keserakahan dan ketakutan para investor demi mengisi pundi-pundi pribadi mereka, tanpa peduli dengan kehancuran yang mungkin terjadi. "Liar's Poker" membawa kita menyelami jalanan Wall Street di era 1980-an, khususnya di balik tembok perusahaan investasi raksasa, Salomon Brothers.
Melalui pengalaman langsungnya sebagai mantan pekerja di sana, Lewis membongkar budaya mengejar kekayaan tanpa batas, spekulasi berisiko tinggi, hingga akhirnya jatuhnya sang raja Wall Street. Namun, buku ini tidak hanya sekadar gossip korporasi yang menghibur, tetapi juga pelajaran berharga tentang boom dan bust-nya pasar obligasi, hingga kilas balik kejayaan dan keruntuhan finansial yang membentuk dunia seperti sekarang ini.
Yang akan kamu pelajari
Yang akan kamu pelajari
Setelah menyelami kisisan liar di balik tembok Salomon Brothers, kita diajak untuk melihat dunia finansial tidak lagi dengan kacamata naif. Kita belajar bahwa Wall Street di era 80-an bukanlah tempat bagi para akademisi bersoal hati, melainkan arena tempur para predator yang memangsa ketakutan dan keserakahan klien mereka. Praktik membeli aset dengan harga miring untuk dijual dengan mark-up tinggi kepada pihak lain menunjukkan betapa rentannya informasi di pasar. Selain itu, kita memahami bagaimana inovasi finansial seperti penggabungan obligasi hipotek bisa menjadi pedang bermata dua; di satu sisi memperluas pasar, namun di sisi lain menciptakan gelembung spekulasi yang siap meledak kapan saja.
Lebih dari sekadar kisah kejatuhan perusahaan investasi raksasa, pembelajaran terbesar dari kisah ini adalah pentingnya etika dan integritas dalam berinvestasi. Kehadiran sosok seperti Warren Buffett yang tetap waras di tengah budaya hedonisme membuktikan bahwa kesuksesan finansial sejati tidak harus diraih dengan cara menipu orang lain. Kita diingatkan untuk selalu kritis, tidak terjebak oleh iming-iming keuntungan instan, dan mulai melek akan nilai asli dari setiap instrumen investasi yang kita pegang.
Sisanya untuk member
6 bagian lagi menunggu.
Buka seluruh ringkasan mulai dari paket bulanan, atau pilih tiga bulanan. Tanpa perpanjangan otomatis.



