
Inspirasi & Pengembangan Diri
Mediocre
Membedah Privilese Pria Kulit Putih dan Kegagalan Sistem yang Merugikan Semua
Ijeoma Oluo
Mengapa begitu banyak pria kulit putih menduduki posisi kekuasaan tertinggi meski kualifikasinya biasa saja? Ijeoma Oluo membongkar akar sejarah supremasi kulit putih pria dan dampaknya yang merugikan semua orang.
- Waktu baca
- 14 menit
- Bagian
- 9
- Rating
- —
- Akses
- Premium
Tentang buku ini
Tentang buku ini
"Pernah dengar meme di internet yang berbunyi, 'Tuhan, berikan aku rasa percaya diri seorang pria kulit putih yang biasa-biasa saja'? Awalnya terdengar seperti lelucon, bukan? Tapi di buku Mediocre yang terbit tahun 2020 ini, Ijeoma Oluo mengambil lelucon itu dengan sangat serius. Dia mengajukan pertanyaan yang menggelitik: mengapa begitu banyak pria kulit putih di Amerika Serikat bisa menduduki posisi-posisi kekuasaan tertinggi, padahal kualifikasi dan hasil kerjanya tidaklah istimewa?"
Lebih menarik lagi, Oluo berargumen bahwa pola privilese ini sebenarnya merugikan semua orang, termasuk pria kulit putih yang seharusnya diuntungkan oleh sistem ini. Dengan menelusuri akar sejarah supremasi kulit putih pria, hingga manifestasinya di masa kini, terutama lewat berbagai kontroversi rasial dalam sepak bola Amerika, Oluo mengajak kita membongkar kegagalan sistem ini dan menginspirasi kita untuk memperjuangkan masyarakat yang lebih adil. Di episode ini, kita juga akan melihat berbagai upaya organisasi dan pemerintah untuk menyeimbangkan kekuasaan, beserta hasilnya yang sering kali berbelit-belit."
Yang akan kamu pelajari
Yang akan kamu pelajari
"Setelah menyimak pembahasan ini, kamu akan memahami konsep mediokritas pria kulit putih dan bagaimana ia lahir langsung dari sistem supremasi pria kulit putih yang sering bekerja secara halus, bukan hanya lewat kelompok kebencian yang eksplisit. Kamu juga akan melihat bagaimana sistem ini merugikan semua orang, termasuk pria kulit putih yang seharusnya diuntungkan, lewat ilusi meritokrasi, frustrasi yang menumpuk, dan politik yang merusak diri sendiri.
Lebih dari itu, kamu akan mengenali pola-pola taktik yang berulang sepanjang sejarah Amerika: ejekan, tuduhan kepentingan sempit, ancaman, segregasi perumahan, penolakan terhadap pendidikan tinggi, hingga pembajakan gerakan sosial. Dan lewat kacamata sepak bola Amerika, kamu akan melihat semua dinamika ini bermain dalam satu panggung yang sangat nyata, dari garis warna NFL era 1930-an hingga kasus Colin Kaepernick."
Sisanya untuk member
7 bagian lagi menunggu.
Buka seluruh ringkasan mulai dari paket bulanan, atau pilih tiga bulanan. Tanpa perpanjangan otomatis.



