Sampul Men Explain Things to Me

Inspirasi & Pengembangan Diri

Men Explain Things to Me

Dari Mansplaining hingga Kekerasan: Akar Budaya yang Meremehkan Perempuan dan Jalan Menuju Kesetaraan

Rebecca Solnit

Rebecca Solnit membongkar akar budaya yang meremehkan suara perempuan—dari mansplaining hingga kekerasan brutal—dan menawarkan harapan akan perubahan sosial menuju kesetaraan sejati.

Waktu baca
13 menit
Bagian
10
Rating
—
Akses
Premium

Tentang buku ini

Tentang buku ini

"Pernahkah kamu menyaksikan seorang pria dengan penuh percaya diri menjelaskan sesuatu kepada seorang perempuan, padahal jelas-jelas perempuan itu jauh lebih paham topiknya? Fenomena yang kita kenal sebagai mansplaining ini memang terdengar seperti sekadar gangguan kecil yang menjengkelkan. Tapi coba pikirkan sejenak: bagaimana jika perilaku sepele ini sebenarnya hanyalah puncak dari gunung es yang jauh lebih besar? Di buku ini, Rebecca Solnit mengajak kita melihat bahwa tindakan meremehkan suara perempuan ternyata tumbuh dari akar yang sama dengan kekerasan yang jauh lebih brutal—pemerkosaan, kekerasan dalam rumah tangga, bahkan pembunuhan. Semuanya bersumber dari satu keyakinan otoriter yang tertanam dalam budaya kita: bahwa pria berhak mengendalikan perempuan.\n\nBuku ini bukan sekadar keluhan tentang interaksi sosial yang menyebalkan. Solnit mengajak kita menelusuri data, sejarah, dan kisah-kisah nyata untuk memahami bagaimana ideologi pengendalian ini bekerja—dari meja makan hingga ruang sidang, dari komunitas gim daring hingga gedung parlemen. Dan yang menarik, buku ini juga menawarkan harapan: bagaimana bahasa, kesadaran, dan perjuangan yang berkelanjutan perlahan-lahan menggerakkan dunia menuju kesetaraan yang sesungguhnya."

Yang akan kamu pelajari

Yang akan kamu pelajari

"Setelah menyimak pembahasan buku ini, kamu akan memiliki cara pandang yang baru terhadap sesuatu yang mungkin selama ini kamu anggap sepele: mansplaining. Kamu akan memahami bahwa merendahkan suara perempuan dan kekerasan terhadap perempuan bukanlah dua persoalan yang terpisah, melainkan dua ujung dari spektrum yang sama—keduanya tumbuh dari keyakinan otoriter bahwa pria berhak mengendalikan perempuan. Kamu juga akan dibekali dengan data-data yang menggemparkan tentang kekerasan domestik, serangan seksual, dan pembungkaman korban dalam tiga tahapnya: hambatan psikologis, hukuman, dan pendiskreditan.\n\nLebih dari itu, kamu akan melihat betapa pentingnya peran bahasa—bagaimana bahasa bisa dijadikan senjata untuk menyerang perempuan di ruang daring, tetapi juga bagaimana istilah-istilah baru seperti 'rape culture' membuka kesadaran kolektif dan menjadi fondasi bagi perubahan hukum. Dan yang paling membangkitkan semangat: kamu akan menyadari bahwa meskipun perjalanan menuju kesetaraan masih panjang, kemajuan nyata telah terjadi—dan setiap dari kita, dalam percakapan sehari-hari maupun dalam posisi kekuasaan, memegang peran dalam mempercepatnya."

Sisanya untuk member

8 bagian lagi menunggu.

Buka seluruh ringkasan mulai dari paket bulanan, atau pilih tiga bulanan. Tanpa perpanjangan otomatis.

Lainnya di Inspirasi & Pengembangan Diri