
Inspirasi & Pengembangan Diri
Monsters
Mencintai Karya di Tengah Kontroversi Sang Seniman
Claire Dederer
Sebuah refleksi personal dan tajam tentang dilema moral saat karya seni yang kita cintai berasal dari seniman dengan perilaku bermasalah. Claire Dederer mengajak kita merenung tanpa menghakimi.
- Waktu baca
- 6 menit
- Bagian
- 6
- Rating
- —
- Akses
- Premium
Tentang buku ini
Tentang buku ini
Pernahkan kamu mendengar sebuah lagu, melihat sebuah lukisan, atau menonton sebuah film yang begitu menyentuh dan mengubah hidupmu, tapi kemudian kamu menemukan fakta kelam tentang sang seniman? Tiba-tiba, karya yang tadinya begitu indah berubah menjadi sumber kegelisahan. Inilah persimpatan sulit yang diangkat oleh buku ini. Sebagai seseorang yang berkecimpung di dunia seni, penulisnya mengajak kita untuk duduk santai sambil merenungkan pertanyaan yang rumit: apakah kita masih bisa mencintai sebuah karya jika kita membenci perilaku orang yang menciptakannya? Tidak ada jawaban mudah yang diberikan. Sebaliknya, kita diajak untuk melihat lebih dalam bagaimana respons emosional kita terhadap seni sebenarnya dibentuk oleh pengetahuan kita tentang perilaku sang seniman, dan apa arti itu semua bagi moralitas, identitas, serta hasrat kita sendiri.
Yang akan kamu pelajari
Yang akan kamu pelajari
Setelah menjelajahi berbagai lapisan kegelisahan dalam buku ini, kamu akan menyadari bahwa kecemasan kita terhadap seniman monster sebenarnya berakar pada peran ganda kita sebagai pengagum seni sekaligus konsumen yang etis. Di satu sisi, kita jatuh cinta pada karya seni hingga ia menjadi bagian dari identitas dan komunitas kita. Di sisi lain, kita ingin merasa baik tentang diri kita sebagai konsumen di tengah masyarakat yang meletakkan tekanan moral yang besar. Kamu akan belajar bahwa ketegangan antara emosi dan etika inilah yang menciptakan disonansi kognitif yang begitu tidak nyaman, terlebih dengan adanya lanskap politik yang semakin terpolarisasi yang membuat kita merasa bahwa keadilan harus segera ditegakkan. Buku ini tidak memaksamu untuk memilih jalur yang kaku, melainkan mengajakmu untuk menerima kompleksitas, merangkul perasaan yang bertolak belakang, dan menggunakan karya seni sebagai cermin untuk merenungkan betapa rumitnya kodrat manusia.
Sisanya untuk member
4 bagian lagi menunggu.
Buka seluruh ringkasan mulai dari paket bulanan, atau pilih tiga bulanan. Tanpa perpanjangan otomatis.



