
Inspirasi & Pengembangan Diri
Rethinking Positive Thinking
Kekuatan Berpikir Positif yang Realistis dan Teknik WOOP untuk Mewujudkan Impian
Gabriele Oettingen
Temukan mengapa fantasi positif justru bisa menghambat kesuksesan dan bagaimana teknik WOOP mengubah khayalan menjadi rencana nyata.
- Waktu baca
- 7 menit
- Bagian
- 7
- Rating
- —
- Akses
- Premium
Tentang buku ini
Tentang buku ini
Bayangkan kamu sedang duduk santai, lalu seseorang berkata: "Berhenti berpikir positif dulu, sebab justru itu yang membuatmu gagal." Terdengar provocatif, bukan? Nah, inilah gagasan berani dari Gabriele Oettingen, seorang psikolog yang menghabiskan puluhan tahun meneliti cara manusia memandang masa depan. Lewat buku Rethinking Positive Thinking, ia membongkar keyakinan populer bahwa berkhayal indah tentang kesuksesan cukup untuk mewujudkan impian.
Justru sebaliknya, Oettingen menemukan bahwa fantasi positif bisa menjadi jebakan yang diam-diam menguras energi dan motivasi kita. Otak kita begitu terbiasa memanjakan diri dengan bayangan sukses hingga merasa seolah target sudah tercapai—padahal kenyataannya belum apa-apa. Tapi tenang, buku ini bukan sekadar kritik. Oettingen menawarkan solusi elegan bernama mental contrasting dan teknik praktis WOOP (Wish, Outcome, Obstacle, Plan) yang menggabungkan optimisme dengan pandangan jernih terhadap realitas. Siap mengubah khayalanmu menjadi rencana nyata?
Yang akan kamu pelajari
Yang akan kamu pelajari
Dari perjalanan kita menelusuri buku ini, pelajaran intinya sangat menyegarkan: berpikir positif saja tidak cukup, bahkan bisa menjadi boomerang. Fantasi tentang kesuksesan memberi otak kita hadiah palsu berupa rasa telah berhasil, sehingga energi dan motivasi untuk bekerja nyata justru berkurang. Kita juga belajar bahwa hambatan paling penting untuk dikenali bukanlah keadaan eksternal seperti waktu atau fasilitas, melainkan hambatan internal—pikiran, emosi, dan kebiasaan kita sendiri yang diam-diam menahan langkah.
Solusinya adalah mental contrasting: strategi yang menyeimbangkan mimpi dengan pandangan jernih terhadap realitas, lalu mengubah ketegangan antara keduanya menjadi bahan bakar motivasi. Dipadukan dengan teknik WOOP—Wish, Outcome, Obstacle, Plan—kita memiliki kerangka praktis untuk mengubah keinginan menjadi rencana aksi yang konkret. Dan satu lagi: kemampuan mengenali kapan sebuah tujuan memang tidak cocok untuk kita saat ini adalah bentuk kejujuran diri yang sama berharganya dengan kemauan untuk terus berjuang.
Sisanya untuk member
5 bagian lagi menunggu.
Buka seluruh ringkasan mulai dari paket bulanan, atau pilih tiga bulanan. Tanpa perpanjangan otomatis.



