
Inspirasi & Pengembangan Diri
Someday Is Today
Rahasia Mengubah 'Suatu Hari Nanti' Menjadi Hari Ini
Matthew Dicks
Someday Is Today adalah panggilan bertindak: jangan biarkan mimpi besar terkubur dalam kata 'suatu hari nanti'. Matthew Dicks menunjukkan cara memaksimalkan waktu, produktivitas, dan kreativitas untuk mulai mewujudkannya hari ini.
- Waktu baca
- 11 menit
- Bagian
- 8
- Rating
- —
- Akses
- Premium
Tentang buku ini
Tentang buku ini
Bayangkan kamu punya satu mimpi besar yang selama ini hanya tersimpan rapi di kepala. Menulis buku, membangun bisnis, atau menjadi seniman hebat. Tapi entah kenapa, mimpi itu selalu terasa seperti 'someday' — suatu hari nanti, ketika keadaan sudah sempurna. Nah, Matthew Dicks di dalam buku Someday Is Today datang membawa pesan yang cukup menampar: 'someday' itu adalah jebakan yang membuat kita menetap sebagai orang biasa-biasa saja. Menurutnya, kebanyakan dari kita gagal mencapai hal-hal luar biasa bukan karena kurang bakat atau kurang waktu, tapi karena kita memandang tujuan sebagai sesuatu yang abstrak dan jauh — sesuatu yang mungkin bisa dicapai 'suatu hari nanti', tapi tidak hari ini.
Pola pikir inilah yang membuat kita terus menunda bertindak, dan akibatnya tujuan itu tidak pernah tercapai. Dicks meyakinkan kita bahwa meraih mimpi dan keluar dari kepompong ketidak-luar-biasaan itu sangat mungkin, dengan satu syarat: kita harus belajar memaksimalkan waktu, efisiensi, produktivitas, dan kreativitas kita — lalu mulai bertindak sekarang juga, bukan besok, bukan minggu depan, tapi hari ini.
Yang akan kamu pelajari
Yang akan kamu pelajari
Dari perjalanan kita menelusuri Someday Is Today, satu benang merah yang sangat kuat muncul: waktu adalah aset paling demokratis yang kita punya, dan nasib kita ditentukan oleh bagaimana kita membelanjakannya. Dicks mengajarkan kita untuk berhenti menyia-nyiakan waktu pada tugas yang tidak relevan, memperpendek pekerjaan rutin dengan sistem yang efisien, melepaskan perfeksionisme yang menghambat, mengoptimalkan tidur, dan menjauhi orang-orang yang menguras energi. Tapi lebih dari sekadar manajemen waktu, buku ini juga mengajarkan keberanian: keberanian untuk gagal sesering mungkin, menyambut setiap kesempatan, mengejar banyak tujuan sekaligus, memotivasi diri sendiri di tengah kegagalan, dan membangun komunitas yang mendukung perjalanan kita.
Pada akhirnya, pesan terbesar Dicks bisa dirangkum dalam judul bukunya sendiri: suatu hari nanti adalah hari ini. Selama kita menunggu kondisi sempurna, waktu terus berjalan dan mimpi terus menumpuk debu. Sebaliknya, dengan memaksimalkan setiap sisa menit yang kita miliki — bahkan menunggu di antrean atau sekadar beberapa menit sebelum kelas dimulai — kita perlahan namun pasti bergerak menuju versi terbaik dari diri kita.
Sisanya untuk member
6 bagian lagi menunggu.
Buka seluruh ringkasan mulai dari paket bulanan, atau pilih tiga bulanan. Tanpa perpanjangan otomatis.



