Sampul Surely You're Joking, Mr. Feynman!

Inspirasi & Pengembangan Diri

Surely You're Joking, Mr. Feynman!

Petualangan, Lelucon, dan Kegembiraan Intelektual Seorang Fisikawan Nobel

Richard Feynman

Memoar penuh warna dari Richard Feynman, fisikawan peraih Nobel yang lebih dikenal karena kelakar, rasa ingin tahu tak terbatas, dan kepribadiannya yang menginspirasi. Sebuah ajakan untuk melihat dunia dengan mata yang selalu bertanya-tanya.

Waktu baca
25 menit
Bagian
16
Rating
—
Akses
Premium

Tentang buku ini

Tentang buku ini

Bayangkan ada seorang ilmuwan pemenang Nobel yang justru lebih dikenang orang karena kelakar jenakanya, jiwa petualangannya, dan kepribadiannya yang penuh warna, ketimbang penemuan ilmiahnya. Richard Feynman adalah sosok itu, dan ia sama sekali tidak keberatan. Baginya, semua penemuan ilmiah hanyalah salah satu hasil sampingan dari cinta seumur hidup pada proses belajar. Memoarnya yang berjudul khas ini mengajak kita menelusuri perjalanan hidupnya, mulai dari masa kuliah di MIT dan Princeton, pengalamannya bergabung dengan tim pengembang bom atom dalam Proyek Manhattan, hingga karier akademik yang berpuncak pada Nobel Fisika tahun 1965.

Di sepanjang ceritanya, kita akan menemukan benang merah yang terus mengalir: kegembiraan intelektual yang tulus. Feynman membuktikan bahwa ketelitian ilmiah dan ketekunan bisa berjalan beriringan dengan keseruan dan tawa. Buku ini bukan sekadar biografi, melainkan ajakan untuk melihat dunia dengan mata yang selalu bertanya-tanya, dan menjalani hidup semaksimal mungkin.

Yang akan kamu pelajari

Yang akan kamu pelajari

Dari seluruh perjalanan hidup Richard Feynman, ada beberapa pelajaran besar yang bisa kita bawa pulang. Pertama, rasa ingin tahu adalah mesin kehidupan yang paling kuat. Feynman tidak membatasi rasa ingin tahunya pada fisika saja; ia membobol lemari besi, belajar melukis, menabuh drum samba, serta mendalami filsafat dan biologi, semuanya demi memuaskan dorongan untuk memahami dunia. Kedua, ketekunan mengalahkan bakat. Feynman berkali-kali menegaskan bahwa keberhasilannya lahir dari kegigihan memecahkan masalah lewat uji coba tanpa henti, bukan dari keajaiban otak.

Selain itu, kita belajar tentang kejujuran intelektual sebagai fondasi sains: jangan percaya begitu saja pada para ahli, pertanyakan diri sendiri, dan akui dengan terbuka ketika kita keliru. Kita juga memahami bahwa mengajar bukan hanya memberi, tetapi juga menerima, karena proses menjelaskan sesuatu memaksa kita memahaminya lebih dalam, sementara pendidikan sejati bukanlah hafalan demi lulus ujian melainkan pemahaman yang bisa diterapkan. Dan yang paling menyentuh: kebahagiaan Feynman bersumber dari kebebasan dari ekspektasi orang lain serta keberanian meraih setiap kesempatan bahagia yang muncul, dari pesta dansa siswa tunarungu sampai panggung Carnaval di Rio.

Sisanya untuk member

14 bagian lagi menunggu.

Buka seluruh ringkasan mulai dari paket bulanan, atau pilih tiga bulanan. Tanpa perpanjangan otomatis.

Lainnya di Inspirasi & Pengembangan Diri