
Inspirasi & Pengembangan Diri
The Buddha and the Badass
Menemukan Keseimbangan antara Ketenangan Buddha dan Keberanian Badass untuk Sukses Tanpa Hustle
Vishen Lakhiani
Bongkar mitos kerja keras tanpa henti! Vishen Lakhiani menunjukkan cara menggabungkan ketenangan spiritual dan keberanian radikal untuk menciptakan kesuksesan sejati tanpa mengorbankan diri sendiri.
- Waktu baca
- 16 menit
- Bagian
- 10
- Rating
- —
- Akses
- Premium
Tentang buku ini
Tentang buku ini
Bayangkan kamu bekerja tanpa lelah, lembur setiap malam, menyerahkan seluruh hidup pribadimu demi tangga karier—dan di akhir pekan kamu tetap merasa kosong. Nah, buku The Buddha and the Badass karya Vishen Lakhiani datang untuk membongkar mitos besar yang selama ini kita telan mentah-mentah: bahwa kesuksesan hanya bisa diraih lewat kerja keras tanpa henti. Lakhiani dengan berani menyebut budaya hustle ini keliru total.
Dia menawarkan resep yang terdengar tak biasa: jadilah sekaligus seorang Buddha—tenang, bijaksana, selaras dengan diri sendiri—dan seorang badass—pemberani yang berani mengguncang kebiasaan lama di tempat kerja. Ketika dua kualitas ini menyatu dalam diri seorang pemimpin, terciptalah lingkungan kerja tempat semua orang tumbuh, terhubung satu sama lain, dan yang paling menarik: pekerjaan berubah menjadi permainan yang menyenangkan. Dalam panduan ini, kita akan menjelajahi bagaimana menemukan jati diri sejati, merancang rutinitas pencerahan spiritual, membangun perusahaan dengan nilai-nilai berani, hingga menggabungkan semuanya menjadi kehidupan yang benar-benar hidup.
Yang akan kamu pelajari
Yang akan kamu pelajari
Setelah menemani kita menjelajahi The Buddha and the Badass, ada benang merah besar yang bisa kita bawa pulang. Kita belajar bahwa budaya hustle adalah kebohongan besar yang membuat kita tidak bahagia dan tidak efektif, dan bahwa kesuksesan sejati datang dari perpaduan dua kualitas yang tampak bertolak belakang: ketenangan spiritual seorang Buddha dan keberanian mengguncang seorang badass. Kita menggali cara menemukan soulprint atau jati diri kita melalui nilai-nilai yang lahir dari pengalaman hidup—terutama pengalaman pahin—dan tujuan yang bermanifestasi sebagai intuisi. Kita juga mempraktikkan merancang rutinitas pagi yang merawat jiwa, dari tidur berkualitas hingga meditasi enam tahap.
Di sisi kepemimpinan, kita belajar membangun perusahaan dengan nilai yang tegas, tujuan yang berani sampai separuhnya berpeluang gagal, dan budaya komunikasi tanpa hierarki yang memungkinkan brain coupling terjadi lewat model keputusan OODA. Terakhir, kita memahami cara meleburkan pencerahan dan disrupsi: menciptakan misi yang memperbaiki dunia, menjadikan pertumbuhan pribadi prioritas perusahaan, mendukung tujuan hidup karyawan, memupuk koneksi yang dalam, dan memprogram ulang alam bawah sadar lewat pertanyaan-pertanyaan 'mengapa' yang mengasumsikan versi terbaik dari diri kita sudah ada. Intinya: pekerjaan tidak harus terasa seperti hukuman—ia bisa menjadi permainan yang menghidupkan kita.
Sisanya untuk member
8 bagian lagi menunggu.
Buka seluruh ringkasan mulai dari paket bulanan, atau pilih tiga bulanan. Tanpa perpanjangan otomatis.



