Sampul The Cost of Discipleship

Inspirasi & Pengembangan Diri

The Cost of Discipleship

Mengapa Kasih Karunia Tuhan Menuntut Segalanya

Dietrich Bonhoeffer

Dietrich Bonhoeffer menantang Kekristenan yang nyaman dan mengungkap bahwa kasih karunia Tuhan sesungguhnya mahal, menuntut pengorbanan diri dan keberanian moral. Sebuah karya teologis yang lahir dari penderitaan nyata di bawah rezim Nazi.

Waktu baca
8 menit
Bagian
8
Rating
—
Akses
Premium

Tentang buku ini

Tentang buku ini

Pernahkah kamu membayangkan berapa harga yang harus dibayar untuk mendapatkan surga? Menurut Dietrich Bonhoeffer, harganya tidak murah sama sekali. Buku ini hadir sebagai segelas air dingin yang menyadarkan kita semua. Bonhoeffer dengan berani mengkritik keras kecenderungan gereja modern yang terus-menerus berusaha membuat Kekristenan terlihat terlalu mudah dijalani, sehingga tanpa disadari justru mengosongkan inti dari iman itu sendiri. Dia mengajak kita untuk memahami bahwa kasih karunia Tuhan itu mahal, menuntut pengorbanan diri, kesediaan untuk menderita, bahkan melepaskan hak-hak sipil kita secara sukarela.

Ditulis di tengah-tengah kegelapan ideologi Nazi yang melanda Jerman pada tahun 1930-an, buku ini bukan sekadar teori ilmu teologi yang membosankan. Bonhoeffer sendiri membuktikan hidupnya dengan tindakan nyata. Keyakinan imannya mendorongnya untuk berbicara melawan rezim Hitler, sebuah keberanian yang pada akhirnya membawanya ke titik eksekusi pada tahun 1945. Jadi, ketika kamu membaca atau mendengarkan narasi ini, kamu sedang menyelami pemikiran seorang pahlawan iman yang benar-benar menghidupi apa yang dia tulis.

Yang akan kamu pelajari

Yang akan kamu pelajari

Setelah menyelami seluruh narasi pemikiran Bonhoeffer ini, kita diajak untuk memaknai kembali esensi dari sebuah komitmen spiritual yang sejati. Kita belajar bahwa kasih karunia atau keselamatan itu bukanlah tiket gratis yang dibagikan tanpa pertanggungjawaban moral. Ketaatan dan iman adalah dua hal melekat yang tidak bisa ditawar. Kita juga diingatkan bahwa menjadi pengikut kebenaran menuntut kerendahan hati yang tidak membanggakan kebaikan sendiri, kesediaan untuk melepaskan kenyamanan harta duniawi, dan keberanian untuk merangkul penderitaan serta menolak siklus kekerasan. Pada akhirnya, narasi ini menyadarkan kita bahwa iman yang sejati tidak pernah lahir dari kenyamanan, melainkan dari keberanian moral untuk membayar harganya.

Sisanya untuk member

6 bagian lagi menunggu.

Buka seluruh ringkasan mulai dari paket bulanan, atau pilih tiga bulanan. Tanpa perpanjangan otomatis.

Lainnya di Inspirasi & Pengembangan Diri