
Inspirasi & Pengembangan Diri
The Magic of Mindful Self-Awareness
Menemukan Kebahagiaan Sejati dengan Menyadari Pikiran dan Melepaskan Penderitaan
Matt Tenney
Temukan rahasia kebahagiaan sejati dengan memahami pikiran dan melepaskan penderitaan. Matt Tenney, mantan Marinir yang menemukan mindfulness di penjara, menunjukkan cara hidup damai di setiap momen.
- Waktu baca
- 9 menit
- Bagian
- 8
- Rating
- —
- Akses
- Premium
Tentang buku ini
Tentang buku ini
Pernah tidak kamu membayangkan, bagaimana rasanya kalau kita bisa merasa bahagia di setiap momen, setiap hari, apa pun yang sedang terjadi di sekitar kita? Kedengarannya seperti angan-angan yang terlalu indah, bukan? Tapi justru itulah janji yang ditawarkan Matt Tenney lewat bukunya, "The Magic of Mindful Self-Awareness". Tenney meyakini bahwa sumber ketidakbahagiaan kita sebenarnya bukanlah kejadian di luar sana, melainkan pikiran kita sendiri yang terus berlari ke masa lalu dan masa depan, serta keinginan-keinginan yang tidak pernah merasa cukup. Di buku ini, kita akan diajak menyelami cara kerja pikiran, memahami perbedaan antara rasa sakit dan penderitaan, dan yang paling penting, belajar membebaskan diri dari cengkeraman ketakutan serta hasrat yang selama ini diam-diam menggerogoti kedamaian kita.
Dalam panduan ini, kita akan membedah konsep kesadaran diri yang penuh perhatian atau mindful self-awareness, mulai dari fondasi dasarnya hingga cara mempraktikkannya dalam rutinitas harian. Kita juga akan melihat bagaimana prinsip-prinsip Tenney selaras atau berdialog dengan pemikiran tokoh lain seperti Tara Brach, Daniel Kahneman, dan Viktor Frankl, lengkap dengan dukungan temuan psikologi serta neurologi. Tujuannya satu: supaya kamu tidak cuma paham secara teori, tapi juga punya langkah nyata untuk memulai perjalanan menemukan kedamaian yang selama ini mungkin terasa jauh dari jangkauan.
Yang akan kamu pelajari
Yang akan kamu pelajari
Dari seluruh perjalanan ini, kita belajar bahwa penderitaan bukanlah hukuman dari keadaan, melainkan buah dari cara kita berhubungan dengan pikiran dan keinginan. Dengan berlatih kesadaran diri yang penuh perhatian, kita diajak untuk melihat pikiran sebagai objek yang terpisah dari diri, sehingga kita tidak lagi menjadi tawanan dari rasa takut, penyesalan, dan hasrat yang tidak pernah puas. Kita juga belajar bahwa latihan ini tidak membutuhkan usaha keras; justru dimulai dari hal-hal sederhana seperti memperhatikan napas, merasakan tubuh, dan hadir sepenuhnya dalam aktivitas harian yang paling remeh sekalipun.
Manfaatnya pun jauh melampaui sekadar merasa tenang. Kesadaran diri yang penuh perhatian membuka jalan menuju hidup yang bermakna, memulihkan kebaikan alami kita, dan justru memperkuat motivasi serta produktivitas. Ini bukan tentang mematikan ambisi atau menjadi pasif, melainkan tentang membebaskan diri dari cengkeraman pikiran agar kita bisa menjalani hidup dengan lebih jernih, berani, dan penuh kasih.
Sisanya untuk member
6 bagian lagi menunggu.
Buka seluruh ringkasan mulai dari paket bulanan, atau pilih tiga bulanan. Tanpa perpanjangan otomatis.



