Sampul The Ruthless Elimination of Hurry

Inspirasi & Pengembangan Diri

The Ruthless Elimination of Hurry

Menemukan Ritme Hidup yang Lebih Lambat, Tenang, dan Bermakna

John Mark Comer

Di tengah budaya yang memuja kecepatan, John Mark Comer menawarkan peta jalan praktis untuk melepaskan diri dari jerat kesibukan dan menemukan kembali ritme hidup yang sehat, hubungan yang dalam, dan koneksi spiritual yang tulus.

Waktu baca
13 menit
Bagian
9
Rating
—
Akses
Premium

Tentang buku ini

Tentang buku ini

Pernahkah kamu merasa hidup seperti berada di dalam mesin penggiling yang tidak pernah berhenti? Bangun tidur, langsung menyeruput kopi sambil mengejar berita, setengah mendengarkan podcast saat berangkat kerja, lalu seharian berjibaku dengan tumpukan tugas. Pulang ke rumah, otak terasa gosong, jantung masih berdebar kencang. Kalau ini gambaran keseharianmu, percayalah, kamu tidak sendirian. Buku "The Ruthless Elimination of Hurry" datang seperti oase di tengah gurun kesibukan. John Mark Comer, seorang pendeta dan penulis, mengajak kita berhenti sejenak dan bertanya: mengapa kita begitu terobsesi untuk terburu-buru? Dan yang lebih penting, bagaimana cara melepaskan diri dari jerat budaya yang memuja kecepatan ini? Buku ini bukan sekadar nasihat bijak, melainkan peta jalan praktis untuk menemukan kembali ritme hidup yang sehat, hubungan yang dalam, dan koneksi spiritual yang tulus.

Yang akan kamu pelajari

Yang akan kamu pelajari

Dari seluruh penjelajahan kita dalam buku ini, satu benang merah yang jelas terlihat: hidup yang terburu-buru bukanlah takdir yang harus kita terima, melainkan pilihan yang bisa kita ubah. Kita belajar bahwa kesibukan yang penuh makna adalah sesuatu yang baik, tetapi kesibukan yang menguras jiwa adalah racun yang merusak hubungan, kesehatan, spiritualitas, dan tujuan hidup kita. Akar masalahnya adalah budaya yang memuja kecepatan dan delusi bahwa kita bisa melakukan segalanya. Namun, ada jalan keluar yang menawarkan kelegaan sejati: meneladani gaya hidup Yesus yang tenang dan penuh kesengajaan.

Dengan memperlambat tempo harian, menghormati hari Sabat, dan melindungi ruang hidup kita dengan berani berkata 'tidak', kita dapat membangun kembali kehidupan yang tidak hanya sibuk, tetapi juga penuh arti. Kebijaksanaan kuno ini ternyata sangat relevan dengan tantangan dunia modern kita yang penuh dengan distraksi digital. Pada akhirnya, ini adalah undangan untuk kembali pada ritme yang Tuhan rancang bagi kita, sebuah ritme yang memulihkan jiwa dan memperdalam kasih kita kepada-Nya dan sesama.

Sisanya untuk member

7 bagian lagi menunggu.

Buka seluruh ringkasan mulai dari paket bulanan, atau pilih tiga bulanan. Tanpa perpanjangan otomatis.

Lainnya di Inspirasi & Pengembangan Diri