Sampul The School of Life

Inspirasi & Pengembangan Diri

The School of Life

Pelajaran Hidup yang Tidak Pernah Diajarkan di Sekolah

The School of Life

Mengapa kita terus mengulangi kesalahan yang sama? Buku ini mengungkap rahasia kecerdasan emosional—keterampilan hidup yang seharusnya diajarkan sejak dulu, dari cinta hingga karier.

Waktu baca
13 menit
Bagian
10
Rating
—
Akses
Premium

Tentang buku ini

Tentang buku ini

Pernahkah kamu merasa terjebak dalam lingkaran yang sama terus-menerus? Hubungan yang selalu berakhir tanpa kepuasan, pekerjaan yang membuat muak setiap Senin pagi, atau perilaku kita yang tanpa sadar membuat orang lain menjauh—dan yang paling mengganggu, kita tidak pernah benar-benar tahu alasannya. Buku ini punya jawaban yang mungkin membuatmu tersentak: semua itu terjadi karena kita tidak pernah diajari kecerdasan emosional.

The School of Life berargumen bahwa sejak kecil kita diajarkan matematika, sejarah, dan sains, tetapi tidak ada satu pun pelajaran tentang cara mengelola kekecewaan, amarah, atau kehilangan. Akibatnya, kita mengulang keputusan buruk yang sama karena salah membaca perasaan sendiri. Kabar baiknya, kecerdasan emosional bisa dipelajari—dan buku ini memetakan jalannya mulai dari memahami diri sendiri, berelasi dengan orang lain, bercinta, hingga bekerja.

Yang akan kamu pelajari

Yang akan kamu pelajari

Dari perjalanan panjang ini, ada benang merah yang mengikat semuanya: kecerdasan emosional adalah keterampilan yang bisa dipelajari, bukan bakat bawaan. Kita mulai dari kesadaran bahwa masyarakat gagal mengajarkannya, berlanjut ke seni mengenal diri sendiri yang ternyata dipenuhi luka masa kecil dan kesimpulan keliru yang kita bawa diam-diam hingga dewasa. Lalu kita belajar membaca hati orang lain lewat kesantunan, kerentanan, godaan yang baik hati, dan kemurahan hati untuk memberi keuntungan keraguan.

Di ranah cinta, kita belajar melepas skenario Romantisisme yang tidak realistis dan memeluk kompromi, kehidupan yang membosankan, serta penerimaan bahwa manusia—termasuk pasangan kita—adalah pribadi yang cacat. Dan di dunia kerja, kita menemukan bahwa sindrom impostor dan rasa terjebak berspesialisasi adalah pengalaman universal yang bisa diredakan dengan satu kesadaran sederhana: kamu tidak sendirian, dan kamu tidak sedang tertinggal dari siapa pun.

Sisanya untuk member

8 bagian lagi menunggu.

Buka seluruh ringkasan mulai dari paket bulanan, atau pilih tiga bulanan. Tanpa perpanjangan otomatis.

Lainnya di Inspirasi & Pengembangan Diri