
Inspirasi & Pengembangan Diri
Tribe of Mentors
Pelajaran Hidup dari 130+ Orang Paling Hebat di Dunia
Tim Ferriss
Tim Ferriss mengumpulkan kebijaksanaan dari lebih dari 130 tokoh kelas dunia, mulai dari Ben Stiller hingga Arianna Huffington, untuk menjawab pertanyaan terbesar tentang cara menjalani hidup dengan benar.
- Waktu baca
- 10 menit
- Bagian
- 7
- Rating
- —
- Akses
- Premium
Tentang buku ini
Tentang buku ini
Bayangkan kamu bisa duduk di satu meja bareng lebih dari 130 orang paling hebat di dunia, mulai dari aktor Ben Stiller, wirausahawan Gary Vaynerchuk, sampai raksasa media Arianna Huffington, lalu bertanya kepada mereka: bagaimana caranya menjalani hidup ini dengan benar? Nah, persis itulah yang dilakukan Tim Ferriss. Ia mengirimkan daftar 11 pertanyaan yang sama kepada para ahli kelas dunia ini lewat email dan Twitter, lalu mengumpulkan jawaban terbaik mereka ke dalam satu buku yang menjadi sumber kebijaksanaan yang sangat personal dan menyentuh.
Menariknya, ide buku ini lahir justru dari momen keraguan diri. Saat mendekati usia 40 tahun, Ferriss mengalami krisis eksistensial ringan. Ia bingung mau ke mana arah hidupnya selanjutnya. Alih-alih berdiam diri, ia memilih bertanya kepada orang-orang paling bijak dan sukses yang bisa ia temui. Hasilnya? Sebuah panduan hidup tentang cara menemukan apa yang paling berarti bagi kita, membangun karier yang memuaskan, menghargai kegagalan, mengatakan tidak, sampai cara berbaik hati kepada diri sendiri.
Yang akan kamu pelajari
Yang akan kamu pelajari
Dari perjalanan panjang bersama 130 lebih mentor kelas dunia ini, kita belajar bahwa kebijaksanaan sejati dimulai dari cara kita menyaring nasihat itu sendiri: tidak ada resep universal, jadi pertimbangkan setiap saran secara kritis, pertanyakan asumsi kita, dan berani mencoba kebalikannya jika perlu. Dari sana kita diajak menemukan apa yang paling berarti secara pribadi, memprioritaskannya dengan agresif melindungi waktu kita, bekerja keras untuk tujuan itu namun tetap beristirahat cukup, dan berani meninggalkan jalur karier tradisional demi kehidupan yang otentik.
Kita juga belajar memandang kegagalan dengan cara yang sepenuhnya baru, bukan sebagai akhir melainkan sebagai guru, pemicu kreativitas, dan pintu menuju kebebasan dari rasa takut. Kemudian kita dibekali keterampilan praktis: mengatakan tidak dengan tetap menjaga hubungan, menemukan kembali fokus melalui istirahat, gerak tubuh, meditasi, dan pergeseran perspektif, serta yang paling penting, berlaku lembut kepada diri sendiri, karena mengejar kesempurnaan justru menjadi jebakan paling halus dalam perjalanan menuju hidup yang memuaskan.
Sisanya untuk member
5 bagian lagi menunggu.
Buka seluruh ringkasan mulai dari paket bulanan, atau pilih tiga bulanan. Tanpa perpanjangan otomatis.



