Sampul Working Hard, Hardly Working

Inspirasi & Pengembangan Diri

Working Hard, Hardly Working

Menggabungkan Produktivitas dan Self-Care untuk Hidup yang Lebih Seimbang

Grace Beverley

Grace Beverley membongkar mitos bahwa self-care dan produktivitas saling bertentangan. Lewat pengalaman nyata sebagai CEO dua perusahaan, ia menunjukkan bagaimana keduanya justru saling memperkuat untuk menjauhkan kita dari burnout.

Waktu baca
19 menit
Bagian
10
Rating
—
Akses
Premium

Tentang buku ini

Tentang buku ini

Bayangkan kamu sedang duduk santai di akhir pekan, menikmati sarapan tanpa buru-buru, lalu tiba-tiba muncul rasa bersalah: "haruskah aku lebih produktif hari ini?" Nah, justru di titik itulah buku Working Hard, Hardly Working karya Grace Beverley masuk dan mengguncang cara pandang kita. Beverley, seorang pengusaha sekaligus influencer, mengajukan gagasan yang mungkin terdengar berlawanan dengan intuisi: self-care dan produktivitas itu bukanlah dua kutub yang saling bertentangan. Justru sebaliknya, keduanya saling membutuhkan satu sama lain, seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan.

Inti argumennya sederhana namun mendalam: ketika kamu bekerja secara produktif, kamu sebenarnya sedang membuka lebih banyak waktu untuk merawat diri sendiri. Dan ketika kamu merawat diri dengan baik, energi yang muncul justru membuat kamu semakin produktif. Ini adalah siklus positif yang, kalau dikelola dengan benar, akan membuat hidupmu lebih baik dan jauh dari jurang burnout. Di sepanjang buku ini, Beverley berbagi cara-cara konkret untuk menggunakan waktu kerja secara bijak, membuat pekerjaan terasa lebih menyenangkan, dan menjalani self-care yang benar-benar memulihkan, bukan sekadar tren di media sosial.

Yang akan kamu pelajari

Yang akan kamu pelajari

Setelah menjelajahi Working Hard, Hardly Working, kamu akan memahami mengapa generasi muda saat ini begitu rentan terhadap burnout, mulai dari budaya kerja berlebihan yang mengukur nilai diri dari produktivitas, paparan media sosial tanpa henti yang memuliakan hustle, hingga ketidakpastian ekonomi yang membuat kita takut berhenti bekerja. Kamu juga akan menelusuri akar sejarahnya yang ternyata bermula dari Revolusi Industri, sehingga kita memahami bahwa rasa bersalah saat beristirahat bukanlah kelemahan pribadi, melainkan warisan budaya yang bisa kita bongkar.

Lebih dari itu, kamu akan membawa pulang seperangkat strategi praktis yang saling menguatkan: cara membuat pekerjaan terasa menyenangkan lewat micro-passions dan creative triggers, cara memasuki kondisi flow tanpa jatuh ke dalam overflow, cara menjadwalkan waktu khusus self-care sebelum kelelahan datang, serta cara bekerja cerdas dengan Eisenhower Method dan deep work. Inti besarnya satu: self-care dan produktivitas membentuk siklus yang saling menopang, dan tugas kita adalah merancang hidup di mana keduanya berputar harmonis.

Sisanya untuk member

8 bagian lagi menunggu.

Buka seluruh ringkasan mulai dari paket bulanan, atau pilih tiga bulanan. Tanpa perpanjangan otomatis.

Lainnya di Inspirasi & Pengembangan Diri