Sampul Apocalypse Never

Sains & Teknologi

Apocalypse Never

Mengapa Kepanikan Iklim Justru Merusak Bumi dan Kemanusiaan

Michael Shellenberger

Michael Shellenberger, penulis sains pemenang penghargaan, membongkar mitos kiamat iklim dan menunjukkan bahwa kemajuan ekonomi serta lingkungan bisa berjalan seiring. Sebuah tantangan berani terhadap narasi kepanikan yang mendominasi wacana perubahan iklim.

Waktu baca
13 menit
Bagian
10
Rating
—
Akses
Premium

Tentang buku ini

Tentang buku ini

Bayangkan kamu bangun setiap pagi dengan kepala penuh berita bahwa bumi akan hancur, kemanusiaan akan punah, dan tidak ada lagi yang bisa kita lakukan. Menakutkan, bukan? Nah, di sinilah buku "Apocalypse Never" masuk seperti segelas air dingin di tengah terik panas. Michael Shellenberger, penulis sains pemenang penghargaan, mengajak kita semua menarik napas dalam-dalam dan menilai krisis iklim dengan kepala dingin.

Ia berargumen bahwa posisi kita sebenarnya jauh lebih baik daripada yang digembar-gemborkan para pengibar kepanikan. Lebih mengejutkan lagi, ia menegaskan bahwa melebih-lebihkan krisis iklim sama merusaknya dengan menyangkalnya sepenuhnya. Orang-orang yang membengkokkan kebenaran ilmiah demi memicu aksi lingkungan, kata dia, justru membuat keadaan semakin buruk. Di panduan ini kita akan bedah argumennya sekaligus membedah balikan dari para kritikusnya, lengkap dengan data riset independen terbaru.

Yang akan kamu pelajari

Yang akan kamu pelajari

Dari perjalanan panjang menelusuri "Apocalypse Never", kita belajar bahwa diskursus iklim jauh lebih berlapis daripada narasi kiamat versus penyangkal. Shellenberger mengajarkan kita membaca data dengan kepala dingin: emisi dunia maju menurun, korban bencana anjlok 90 persen dalam seabad, dan kenaikan kerugian bencana lebih banyak soal nilai properti yang membludak di jalur bahaya daripada iklim yang mengamuk. Kita juga memahami konsep kepadatan energi dan kepadatan daya sebagai kerangka berpikir, mengapa angin dan surya memiliki keterbatasan fundamental mulai dari lahan hingga penyimpanan, dan mengapa ia menempatkan nuklir sebagai solusi paling rasional yang justru difitnah oleh sejarah dan budaya populer.

Yang paling menyentuh adalah pelajaran kemanusiaannya: menyelamatkan planet dimulai dari menyelamatkan manusia. Deforestasi di negara miskin adalah cerita bertahan hidup, bukan keserakahan, dan kolonialisme lingkungan yang memaksa negara berkembang hidup sederhana sambil memuliakan kehidupan agraris yang mereka sendiri tidak jalani adalah kemunafikan yang harus dihentikan. Industrialisasi, pertanian modern, dan listrik murah adalah jalan mengangkat manusia sekaligus mengembalikan alam pada alam. Pesan penutupnya jelas: berhentilah berkhayal tentang kembali ke alam, dan mulailah membangun masa depan hijau dengan seluruh kecanggihan modernitas.

Sisanya untuk member

8 bagian lagi menunggu.

Buka seluruh ringkasan mulai dari paket bulanan, atau pilih tiga bulanan. Tanpa perpanjangan otomatis.

Lainnya di Sains & Teknologi