
Sains & Teknologi
Becoming Martian
Bagaimana Evolusi Manusia di Mars Akan Menciptakan Spesies Baru
Scott Solomon
Ahli biologi evolusi Scott Solomon mengungkap bagaimana gravitasi rendah, radiasi, dan isolasi di Mars akan mengubah manusia menjadi spesies yang sepenuhnya berbeda dari kita di Bumi.
- Waktu baca
- 18 menit
- Bagian
- 10
- Rating
- —
- Akses
- Premium
Tentang buku ini
Tentang buku ini
SpaceX dan NASA punya rencana besar untuk mengirim manusia ke Mars—roket, habitat, sistem pangan, semuanya sudah dipikirkan. Tapi ada satu hal yang nyaris tidak pernah dibahas dalam semua perencanaan itu: apa yang akan dilakukan Mars pada manusia yang tinggal di sana? Dalam buku ini, ahli biologi evolusi Scott Solomon mengajukan argumen yang membuat kita merinding. Gravitasi yang hanya 38% dari Bumi, radiasi yang menghantam tanpa pelindung medan magnet, dan isolasi mikroba yang ekstrem di Mars akan memicu kekuatan evolusi yang pada akhirnya membuat manusia di Mars berubah menjadi spesies yang sepenuhnya berbeda dari kita di Bumi.
Solomon tidak hanya membahas sains, tetapi juga mengangkat pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh ilmu pengetahuan saja. Apa yang sebenarnya kita coba lestarikan dengan menjajaki planet tetangga? Dan apa yang kita hutangi kepada generasi-generasi yang harus hidup dengan konsekuensi dari pilihan kita hari ini? Dari kadal tembok Italia hingga navigator Polinesia, sains tentang populasi terisolasi memberi kita petunjuk tentang apa yang mungkin terjadi—dan mengapa perpisahan yang akan terjadi di Mars berbeda dari setiap perpecahan budaya yang pernah dilewati umat manusia.
Yang akan kamu pelajari
Yang akan kamu pelajari
Dari seluruh perjalanan buku ini, kita belajar bahwa kolonisasi Mars bukan sekadar masalah teknik—roket, habitat, dan sistem pangan. Ada dimensi biologis yang nyaris tidak diperhitungkan: gravitasi yang hanya 38% dari Bumi, radiasi tanpa pelindung medan magnet, dan isolasi mikroba yang ekstrem akan memicu kekuatan evolusi yang dalam beberapa generasi bisa mengubah manusia Mars menjadi spesies berbeda. Kita juga belajar bahwa pertanyaan paling fundamental—apakah manusia bisa bereproduksi di Mars—belum terjawab, dan bahwa anak-anak yang lahir di sana akan menjadi subjek eksperimen biologis terbesar dalam sejarah tanpa persetujuan mereka.
Kita dihadapkan pada paradoks yang sangat dalam: upaya melestarikan kemanusiaan dengan menyebarkannya melampaui Bumi mungkin justru menjamin bahwa kemanusiaan tidak akan pernah lagi sama. Baik melalui evolusi alami atau rekayasa genetika, adaptasi untuk Mars menciptakan populasi yang semakin tidak kompatibel dengan Bumi. Mikrobioma yang berbeda, sistem kekebalan yang menyimpang, dan ketidaksesuaian biologis yang terus tumbuh pada akhirnya akan menghentikan aliran gen antar dua planet. Dan pertanyaan terbesar mungkin bukan teknis, melainkan filosofis: apa yang kita hutangi kepada keturunan kita jika mereka bukan lagi seperti kita, dan apa artinya menjadi manusia jika manusia bukan lagi satu hal?
Sisanya untuk member
8 bagian lagi menunggu.
Buka seluruh ringkasan mulai dari paket bulanan, atau pilih tiga bulanan. Tanpa perpanjangan otomatis.



