
Kesehatan & Pikiran
Being Mortal
Refleksi Mendalam tentang Hidup, Menua, dan Menghadapi Akhir Hayat
Atul Gawande
Melalui kisah-kisah nyata dari ruang operasi dan sisi tempat tidur pasien, Atul Gawande mengajak kita merenungkan bagaimana menjalani hari-hari terakhir dengan bermakna. Sebuah pandangan jujur dan penuh empati tentang menua dan kematian di abad ke-21.
- Waktu baca
- 6 menit
- Bagian
- 7
- Rating
- —
- Akses
- Premium
Tentang buku ini
Tentang buku ini
Pernahkah kamu berpikir tentang bagaimana kita menjalani hari-hari terakhir di ujung usia? Buku ini mengajak kita duduk dan merenungkan pengalaman menua dan menghadapi kematian di abad ke-21. Di era modern yang serba canggih ini, pendekatan kita terhadap fase akhir kehidupan justru diam-diam menggerus kemampuan untuk hidup dengan baik sampai akhir napas. Atul Gawande, sang penulis yang juga seorang ahli bedah, memberikan pandangan yang tajam: agar bisa menjalani akhir hayat dengan lebih bermakna, kita harus berhenti memandang kematian sebagai musuh, dan mulai menerimanya sebagai bagian alami dari pengalaman manusia, seraya mengutamakan kesejahteraan mereka yang akan pergi.
Yang akan kamu pelajari
Yang akan kamu pelajari
Dari eksplorasi mendalam ini, kita belajar bahwa penuaan bukan sekadar masalah medis yang harus ditaklukkan dengan teknologi, melainkan sebuah fase esensial yang membutuhkan sentuhan kemanusiaan. Kita menyadari bahwa otonomi pribadi, rasa memiliki, dan makna hidup jauh lebih vital bagi para lansia daripada sekadar metrik kesehatan fisik yang sempurna. Selain itu, pentingnya keberanian membicarakan kematian sejak dini membuat kita siap menghadapinya tanpa rasa panik, melainkan dengan penerimaan yang damai. Pada akhirnya, kualitas akhir hayat seseorang sangat ditentukan oleh kebersamaan, kehangatan, dan kehormatan yang kita berikan, bukan sekadar seberapa lama kita memperpanjang napas mereka.
Sisanya untuk member
5 bagian lagi menunggu.
Buka seluruh ringkasan mulai dari paket bulanan, atau pilih tiga bulanan. Tanpa perpanjangan otomatis.



