Sampul Biased

Sains & Teknologi

Biased

Mengungkap Bias Tersembunyi yang Membentuk Cara Kita Melihat, Memutuskan, dan Bertindak

Dr. Jennifer L. Eberhardt

Psikolog sosial Stanford mengungkap bagaimana bias implisit bekerja di bawah kesadaran kita dan memengaruhi setiap keputusan—dari siapa yang kita pandang hingga siapa yang kita anggap berbahaya.

Waktu baca
34 menit
Bagian
15
Rating
—
Akses
Premium

Tentang buku ini

Tentang buku ini

Saat mendengar kata bias atau prasangka, mungkin yang terbayang di kepalamu adalah bentuk kebencian yang disengaja—seseorang yang sadar penuh memilih untuk merendahkan orang lain. Namun tunggu dulu, karena Dr. Jennifer Eberhardt mengungkap sesuatu yang jauh lebih dalam: bias yang paling ampuh justru bekerja di bawah kesadaran kita. Bias implisit ini adalah respons neurologis normal terhadap budaya tempat kita tumbuh—ia menyerap apa pun yang lingkungan tanamkan, tanpa kita minta, tanpa kita sadari. Di Amerika Serikat, setiap orang menyerap bias anti-kulit hitam hingga derajat tertentu, bahkan di komunitas kulit hitam sendiri.

Dan bias ini bukan sekadar memengaruhi keputusan yang kita ambil—ia menentukan apa yang kita perhatikan di lingkungan sekitar dan apa yang menjadi tak terlihat. Dari memilih lingkungan tempat tinggal, cara kita berinteraksi di media sosial, hingga pertemuan dengan polisi yang berisiko tinggi: konsekuensi bias rasial bisa sangat menghancurkan. Dalam panduan ini, kita akan membedah bagaimana otak menciptakan bias, bagaimana ia merambah setiap sudut kehidupan, dan yang terpenting—bagaimana melawannya untuk membangun dunia yang lebih adil bagi semua orang.

Yang akan kamu pelajari

Yang akan kamu pelajari

Kalau kita menarik benang merah dari seluruh perjalanan ini, pelajaran pertama dan paling fundamental adalah: bias bukanlah aib moral segelintir orang jahat, melainkan produk sampingan dari cara otak manusia bekerja. Otak kita dikondisikan budaya untuk mengkategorisasi—dari sanalah other-race effect lahir, membuat kita melihat orang dari ras sendiri sebagai individu yang layak dikenali, sementara ras lain hanya sebagai wakil kelompok. Asosiasi implisit tertanam begitu dalamnya hingga memengaruhi ke mana perhatian tertuju, seberapa besar kita menaksir tubuh seseorang, bagaimana kita membaca gerakannya, bahkan seberapa cepat kita mengenali benda di sekitarnya.

Namun pelajaran kedua justru membuka harapan: bias bisa dirancang keluar dari sistem. Kita melihat buktinya di Nextdoor yang memangkas profil rasial 75% lewat daftar periksa yang memperlambat keputusan, di Oakland yang menurunkan penembakan polisi secara drastis lewat kebijakan jeda dalam pengejaran, di ruang kelas tempat jurnal nilai diri dan umpan balik bijak menaikkan prestasi siswa kulit hitam, dan di Airbnb yang menghapus disparitas rasial lewat fitur instant book. Polanya konsisten: perlambat keputusan, kurangi ambiguitas, perkuat akuntabilitas, bangun kontak antarras yang tulus dengan syarat yang tepat, dan bicarakan ras secara terbuka—karena mengaku tidak melihat warna kulit justru membuat kita buta terhadap diskriminasi yang dihasilkannya.

Sisanya untuk member

13 bagian lagi menunggu.

Buka seluruh ringkasan mulai dari paket bulanan, atau pilih tiga bulanan. Tanpa perpanjangan otomatis.

Lainnya di Sains & Teknologi