Sampul Bowling Alone

Sains & Teknologi

Bowling Alone

Mengapa Modal Sosial Amerika Merosot dan Bagaimana Dampaknya bagi Demokrasi

Robert D. Putnam

Robert D. Putnam mengungkap misteri merosotnya modal sosial di Amerika sejak 1950-an, dan bagaimana menipisnya kepercayaan serta jaringan antarmanusia mengancam demokrasi dan kohesi bangsa.

Waktu baca
15 menit
Bagian
10
Rating
—
Akses
Premium

Tentang buku ini

Tentang buku ini

Bayangkan sebuah perekat ajaib yang selama ini menahan sebuah negara raksasa agar tetap utuh, lalu perekat itu perlahan-lahan mengelupas tanpa kita sadari. Itulah gagasan besar yang diangkat Robert D. Putnam dalam Bowling Alone. Dia menyebutnya modal sosial, nilai tersembunyi dari hubungan, kepercayaan, dan jaringan antarmanusia, yang berbeda dari modal finansial atau fisik yang biasa dibahas para ekonom. Anehnya, justru saat kekayaan material Amerika terus menanjak, modal sosialnya justru terus merosot sejak puncaknya di era 1950-an.

Putnam memperingatkan sesuatu yang cukup menggetarkan: jika benang-benang sosial yang mengikat bangsa ini terus menipis, masyarakat bisa terpecah menjadi faksi-faksi yang saling bertengkar. Norma demokrasi yang selama ini kita anggap biasa bisa runtuh, dan kepercayaan timbal balik bisa digantikan oleh kecurigaan serta sinisme. Buku ini bukan sekadar riset akademis, ini adalah misteri detektif skala negara, di mana Putnam memburu pelaku di balik hilangnya kebersamaan manusia modern.

Yang akan kamu pelajari

Yang akan kamu pelajari

Dari perjalanan panjang buku ini, kita belajar bahwa modal sosial adalah fondasi tak terlihat yang membuat masyarakat berfungsi: ia memungkinkan aksi kolektif, mendorong pertumbuhan ekonomi lewat kepercayaan timbal balik, dan membuka mata kita terhadap keragaman. Kita juga memahami bahwa modal sosial punya dua wajah, bonding yang mengikat dan bridging yang menjembatani, dan masyarakat yang sehat membutuhkan keduanya secara seimbang. Kemudian kita menyusuri misteri kemerosotannya di Amerika: keterlibatan sipil yang memuncak di era 1950-an lalu terus terurai, dari gereja hingga makan malam keluarga, dari liga bowling hingga kehadiran di kotak suara.

Pelajaran terpentingnya mungkin ada di pemburuannya terhadap para pelaku: suburbanisasi yang memisahkan hidup kita menjadi kompartemen-kompartemen, televisi yang memprivatisasi waktu luang, dan pergeseran antargenerasi yang menjadi faktor terbesar. Tapi buku ini tidak berakhir dengan keputusasaan. Kita belajar bahwa solusinya harus dibangun dari sekolah, komunitas keagamaan yang inklusif, perancangan kota yang memanusiakan, dan internet yang dipakai sebagai jembatan menuju dunia nyata, bukan penggantinya. Modal sosial bisa dipulihkan, tapi tidak dengan menoleh ke belakang, melainkan dengan menciptakan struktur baru yang sesuai dengan zaman kita.

Sisanya untuk member

8 bagian lagi menunggu.

Buka seluruh ringkasan mulai dari paket bulanan, atau pilih tiga bulanan. Tanpa perpanjangan otomatis.

Lainnya di Sains & Teknologi