Sampul Burnout

Kesehatan & Pikiran

Burnout

Mengapa Perempuan Mengalami Kelelahan Akut dan Bagaimana Cara Keluar dari Lingkaran Setan

Emily Nagoski dan Amelia Nagoski

Buku ini mengupas tuntas kelelahan fisik, mental, dan emosional yang akut pada perempuan, serta memberikan peta jalan konkret untuk memutus siklus stres dan membangun ketahanan diri.

Waktu baca
9 menit
Bagian
8
Rating
—
Akses
Premium

Tentang buku ini

Tentang buku ini

Pernah tidak kamu merasa sudah melakukan segalanya dengan maksimal, tapi tetap saja ada suara halus yang berbisik, "Kamu masih kurang"? Kurang sabar, kurang cantik, kurang kuat, kurang segalanya. Rasanya seperti berlari di atas treadmill tanpa henti, lelah luar biasa, tapi tidak pernah sampai ke garis finis. Nah, kalau kamu merasakan hal itu, kamu tidak sendirian. Buku yang akan kita bedah kali ini, "Burnout", hadir untuk mengupas tuntas mengapa banyak perempuan mengalami kelelahan fisik, mental, dan emosional yang akut, serta bagaimana cara keluar dari lingkaran setan itu.

Kita akan menyelami lebih dalam tentang akar masalah dari kelelahan ini, yang ternyata bukan sekadar karena terlalu banyak kerjaan. Ada sistem besar yang diam-diam menekan dan menuntut perempuan untuk menjadi sosok yang sempurna. Lebih menariknya lagi, buku ini tidak hanya berhenti di diagnosa masalah, tapi juga memberikan peta jalan yang konkret untuk memutus siklus stres, mengelola tekanan, dan membangun ketahanan diri agar kita bisa kembali bergairah menjalani hidup.

Yang akan kamu pelajari

Yang akan kamu pelajari

Dari perjalanan kita membedah buku ini, ada satu benang merah yang sangat jelas: kelelahan akut yang dialami perempuan bukanlah tanda kelemahan pribadi. Ini adalah respons yang sangat wajar dari tubuh dan pikiran terhadap sistem yang menuntut kesempurnaan yang mustahil. Dengan memahami akar masalahnya, kita diajak untuk berhenti menyalahkan diri sendiri dan mulai melihat gambaran besarnya.

Kita juga belajar bahwa stres bukanlah sesuatu yang harus ditahan, melainkan sebuah siklus yang harus dituntaskan. Dengan melepaskan energi, terhubung dengan orang lain, dan mempraktikkan kebugaran, kita bisa membebaskan tubuh dari hormon stres yang menumpuk. Lebih dari itu, kita juga dibekali strategi untuk mengelola stresor, baik yang bisa kita kendalikan maupun yang tidak, serta alat-alat pemulihan seperti welas asih, makna hidup, dukungan sosial, dan istirahat. Semua ini adalah keterampilan yang bisa dipelajari dan diasah, bukan bakat bawaan.

Sisanya untuk member

6 bagian lagi menunggu.

Buka seluruh ringkasan mulai dari paket bulanan, atau pilih tiga bulanan. Tanpa perpanjangan otomatis.

Lainnya di Kesehatan & Pikiran