Sampul Empire of AI

Sains & Teknologi

Empire of AI

Mengungkap Sisi Gelap Imperium Kecerdasan Buatan dan Siapa yang Membayar Harganya

Karen Hao

Di balik keajaiban ChatGPT, terdapat pekerja murah, komunitas yang kehilangan air bersih, dan seniman yang tergusur. Karen Hao membongkar pola kekuasaan di balik industri AI yang menyerupai imperium baru.

Waktu baca
11 menit
Bagian
9
Rating
—
Akses
Premium

Tentang buku ini

Tentang buku ini

Bayangkan kamu sedang menggunakan ChatGPT untuk menyelesaikan tugas dalam hitungan detik. Di balik kemudahan dan keajaiban teknologi itu, ada cerita gelap yang jarang tersentuh cahaya. Pekerja yang membangun fondasinya dibayar kurang dari dua dolar per jam, komunitas lokal harus bersaing dengan server raksasa demi air bersih, dan para seniman kehilangan mata pencaharian karena karya mereka justru digunakan untuk melatih mesin yang menggantikan mereka. Sementara itu, enam raksasa teknologi meraup triliunan dolar. Dalam buku ini, kita diajak melihat bahwa apa yang selama ini disebut sebagai 'disrupsi' sebenarnya adalah pembangunan sebuah imperium baru.

Karen Hao, seorang jurnalis investigasi, dengan berani membongkar tabir kekuasaan di balik industri kecerdasan buatan. Kita akan menelusuri jejak pertumbuhan OpenAI, melihat siapa yang sebenarnya membayar harga dari segala janji manis teknologi ini, bagaimana akuntabilitas dikesampingkan, dan seperti apa wujud masa depan AI yang sebenarnya bisa kita pilih jika kita berani mengganti sudut pandang.

Yang akan kamu pelajari

Yang akan kamu pelajari

Dari seluruh eksplorasi mendalam ini, kita belajar bahwa kemajuan kecerdasan buatan bukanlah jalur netral yang tak terhindarkan, melainkan pembangunan sistem kekuasaan yang sengaja dirancang. Kita melihat bagaimana janji vague tentang AGI digunakan untuk membenarkan perubahan dari misi nirlaba menjadi mesin komersial raksasa, serta bagaimana doktrin skala menciptakan ketergantungan pada ekstraksi sumber daya masif. Yang paling penting, kita diajak untuk menyadari siapa yang sebenarnya menanggung biaya dari inovasi ini: pekerja marjinal yang dieksploitasi, lingkungan yang dirusak, dan kreator yang dirampas haknya. Melalui kerangka berpikir baru, kita belajar untuk mengubah pertanyaan dari sekadar 'apakah AI bermanfaat?' menjadi 'apakah AI ini memusatkan atau membagikan kekuasaan?', sebuah perspektif yang membuka jalan bagi model teknologi alternatif yang berbasis pada persetujuan dan pemberdayaan komunitas.

Sisanya untuk member

7 bagian lagi menunggu.

Buka seluruh ringkasan mulai dari paket bulanan, atau pilih tiga bulanan. Tanpa perpanjangan otomatis.

Lainnya di Sains & Teknologi