Sampul Entitled

Hubungan & Keluarga

Entitled

Mengapa Kaum Pria Merasa Dunia Berutang pada Mereka

Kate Manne

Filsuf Kate Manne membedah akar misogini dan rasa berhak kaum pria yang menghubungkan incel, RUU kamar mandi, pemilihan presiden, pembatasan aborsi, hingga kasus Brock Turner.

Waktu baca
24 menit
Bagian
14
Rating
—
Akses
Premium

Tentang buku ini

Tentang buku ini

Bayangkan satu benang merah yang menghubungkan komunitas incel yang dipenuhi kebencian, RUU pengaturan kamar mandi untuk kaum transgender, pemilihan presiden Amerika, pembatasan aborsi, hingga kasus Brock Turner yang sempat mengguncang publik. Menurut filsuf Kate Manne dalam buku ini, semua peristiwa tersebut berakar pada satu hal yang sama: "male entitlement" atau rasa berhak kaum pria—keyakinan yang tertanam dalam bahwa wanita wajib tunduk pada norma gender tradisional, atau siap dihukum dengan segala cara, mulai dari sekadar diabaikan hingga kekerasan nyata.

Panduan ini mengupas tesis Manne bahwa masyarakat mengkondisikan pria untuk merasa berhak menerima perhatian dan kekaguman, seks, anak, serta perawatan dari wanita—sekaligus menuntut wanita menjauhi ranah "maskulin" seperti kekuasaan dan pengetahuan. Kita juga akan menelusuri gagasannya tentang misogini dan cara penegakannya, sembari menimbang klaim-klaim tersebut dengan sejarah, filsafat feminis, statistik, riset psikologi, dan sistem hukum. Siapkan kopimu, karena pembahasan kali ini akan membuat kamu memandang berita-berita harian dengan mata yang sama sekali berbeda.

Yang akan kamu pelajari

Yang akan kamu pelajari

Dari sidang Kavanaugh hingga gunung tumpukan rape kit yang tak pernah diuji, dari "second shift" di dapur hingga mansplaining di ruang rapat, buku ini memetakan satu sistem besar dengan satu benang merah: rasa berhak. Kita belajar membedakan misogini sebagai lengan penegakan hukum patriarki dari seksisme sebagai lengan ideologisnya; memahami cara kerja "himpathy" yang membelakangkan pelaku dan menghukum korban; serta melihat bagaimana klaim "berhak" atas perhatian, seks, tubuh, perawatan, pengetahuan, dan kekuasaan wanita mengakar dalam institusi sosial, hukum, media, hingga dunia medis.

Yang paling menggugah, Manne mengingatkan bahwa tidak satu pun dari ini adalah takdir. Otak ayah yang aktif mengasuh terbukti berubah dan menyesuaikan diri; pemilih sebenarnya sudah siap memilih pemimpin wanita; dan sejarah aborsi memperlihatkan bahwa hukum bisa dibalik sesuai kepentingan kuasa. Kesadaran adalah langkah pertama, dan langkah berikutnya adalah memperjuangkan entitlement yang sah bagi setiap wanita dan anak perempuan—atas tubuhnya, suaranya, dan kekuasaannya sendiri.

Sisanya untuk member

12 bagian lagi menunggu.

Buka seluruh ringkasan mulai dari paket bulanan, atau pilih tiga bulanan. Tanpa perpanjangan otomatis.

Lainnya di Hubungan & Keluarga