Sampul Homo Deus

Sains & Teknologi

Homo Deus

Masa Depan Umat Manusia di Era Kecerdasan Buatan

Yuval Noah Harari

Setelah menaklukkan kelaparan, wabah, dan perang, manusia kini mengejar keabadian dan kebahagiaan mutlak. Namun, Harari memperingatkan bahwa humanisme bisa runtuh digantikan algoritma yang mengendalikan dunia.

Waktu baca
12 menit
Bagian
11
Rating
—
Akses
Premium

Tentang buku ini

Tentang buku ini

Bayangkan kalau tiga monster besar yang selama ribuan tahun menghantui umat manusia—kelaparan, wabah, dan peperangan—kini sudah berhasil kita taklukkan. Lalu, apa langkah berikutnya? Yuval Noah Harari mengajak kita melompat jauh ke depan, ke masa depan di mana impian manusia bukan lagi sekadar bertahan hidup, melainkan meraih keabadian, kebahagiaan mutlak, dan menjadi entitas yang setara dengan dewa. Namun, di balik janji manis kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan ini, tersimpan sebuah keprihatinan yang sangat dalam. Harari memperingatkan kita bahwa sistem keyakinan dan politik yang selama ini kita pegang teguh, terutama humanisme, bisa runtuh dan digantikan oleh algoritma canggih yang jauh lebih pintar dari otak kita sendiri. Ini bukan sekadar fiksi ilmiah, melainkan sebuah cermin peringatan tentang siapa atau apa yang sebenarnya akan mengendalikan dunia esok hari.

Yang akan kamu pelajari

Yang akan kamu pelajari

Setelah menyelami seluruh narasi memikat ini, kita diajak untuk melihat perjalanan evolusi manusia tidak hanya sebagai sebuah catatan masa lalu, tetapi sebagai landasan pacu menuju masa depan yang sangat tidak pasti. Kita memahami bahwa kemenangan kita atas kelaparan, wabah, dan perang membuka pintu menuju ambisi baru: menjadi dewa. Namun, di saat yang sama, kemajuan bioteknologi dan kecerdasan buatan menampar keras keyakinan kita akan kebebasan memilih dan keunikan individu. Kita belajar bahwa sistem keyakinan modern seperti liberalisme berdiri di atas fondasi yang rapuh, dan jika manusia kehilangan kegunaan ekonominya, kuasa akan berpindah tangan ke algoritma yang tak punya perasaan. Pada akhirnya, cerita ini memaksa kita bertanya: jika masa depan bukan lagi milik manusia, lalu apa arti dari seluruh peradaban yang telah kita bangun dengan susah payah?

Sisanya untuk member

9 bagian lagi menunggu.

Buka seluruh ringkasan mulai dari paket bulanan, atau pilih tiga bulanan. Tanpa perpanjangan otomatis.

Lainnya di Sains & Teknologi