Sampul How Emotions Are Made

Sains & Teknologi

How Emotions Are Made

Mengapa Emosi Bukan Bawaan Lahir, Melainkan Dibangun oleh Otak

Lisa Feldman Barrett

Buku revolusioner yang membongkar mitos tentang emosi dan menunjukkan bagaimana otak kita secara aktif menciptakan perasaan. Temukan cara baru memahami diri sendiri dan orang lain.

Waktu baca
12 menit
Bagian
12
Rating
—
Akses
Premium

Tentang buku ini

Tentang buku ini

Pernahkah kamu merasa emosi itu seperti cuaca yang datang dan pergi begitu saja, tidak bisa dikendalikan? Nah, buku ini justru membalikkan semua anggapan kita tentang perasaan. Lisa Feldman Barrett, seorang neurosaintis dan psikolog, menantang keyakinan lama bahwa emosi itu bawaan lahir dan universal. Ia mengajukan teori yang mengejutkan: emosi tidak terjadi pada kita, melainkan dibuat oleh kita. Otak kita bukan sekadar merespons dunia, tetapi secara aktif memprediksi apa yang akan terjadi berdasarkan pengalaman masa lalu, lalu membangun emosi dari prediksi itu. Jadi, ketika kamu marah atau sedih, sebenarnya otakmu sedang bekerja keras menebak makna dari sensasi-sensasi yang ada di tubuhmu.

Buku ini akan membawamu menyelami cara kerja otak yang tersembunyi, dari bagaimana bayi belajar konsep emosi hingga mengapa budaya yang berbeda memiliki perasaan yang tidak kita miliki. Barrett menunjukkan bahwa banyak hal yang kita anggap pasti tentang emosi—seperti membaca ekspresi wajah—ternyata hanyalah mitos. Ia bahkan menjelaskan bagaimana apa yang kita makan dan film yang kita tonton bisa memengaruhi kemampuan kita mengelola emosi. Ini bukan sekadar buku psikologi; ini adalah undangan untuk melihat diri sendiri dan orang lain dengan cara yang benar-benar baru.

Yang akan kamu pelajari

Yang akan kamu pelajari

Dari keseluruhan buku ini, satu pesan besar muncul: emosi bukanlah sesuatu yang terjadi padamu, melainkan sesuatu yang kamu buat. Otakmu secara aktif mengonstruksi emosi dari konsep-konsep yang kamu pelajari sejak kecil, input sensorik dari tubuh, dan input dari lingkungan. Karena itu, kamu memegang peran besar dalam membentuk pengalaman emosionalmu sendiri. Ini bukan berarti kamu harus menyalahkan diri sendiri atas setiap perasaan buruk, tetapi kamu punya kekuatan untuk mengubah arah emosimu dengan mengubah konsep, menjaga keseimbangan body budget, dan melatih granularitas emosi.

Dengan memahami bahwa emosi tidak universal dan tidak bisa diukur lewat ekspresi wajah, kita juga belajar untuk lebih rendah hati dalam menilai perasaan orang lain. Kita tidak bisa begitu saja mengklaim tahu apa yang dirasakan seseorang hanya dari wajahnya. Sebaliknya, komunikasi yang jelas dan saling berbagi konsep emosi menjadi kunci untuk saling memahami. Buku ini mengajak kita untuk mengambil tanggung jawab atas kehidupan emosional kita, bukan sebagai beban, tetapi sebagai pembebasan: jika emosi dibuat, maka emosi juga bisa diubah.

Sisanya untuk member

10 bagian lagi menunggu.

Buka seluruh ringkasan mulai dari paket bulanan, atau pilih tiga bulanan. Tanpa perpanjangan otomatis.

Lainnya di Sains & Teknologi