Sampul How to Change Your Mind

Kesehatan & Pikiran

How to Change Your Mind

Menjelajahi Sains Psikedelik dan Potensinya Mengubah Kesadaran, Menyembuhkan Jiwa, dan Memahami Diri

Michael Pollan

Michael Pollan menelusuri sejarah psikedelik, dari ritual kuno hingga riset modern, sambil menjadi subjek percobaannya sendiri untuk mengungkap bagaimana zat-zat ini dapat mengubah pikiran dan menyembuhkan jiwa.

Waktu baca
14 menit
Bagian
10
Rating
—
Akses
Premium

Tentang buku ini

Tentang buku ini

"Bayangkan sebuah zat yang mampu meluruhkan ketakutan akan kematian, membuka pintu kreativitas, bahkan membantu menyembuhkan depresi dan kecanduan yang sudah mentah terhadap pengobatan biasa. Kedengarannya seperti janji yang terlalu manis, bukan? Nah, di sinilah buku How to Change Your Mind masuk dan mengguncang asumsi kita semua. Michael Pollan mengajak kita menelusuri sejarah panjang dan penuh gejolak hubungan manusia dengan psychedelics, mulai dari ritual spiritual suku-suku asing ribuan tahun silam, era skandal tahun 1960-an, hingga kebangkitan riset ilmiah modern yang menunjukkan tingkat keberhasilan hingga 80 persen dalam meredakan kecemasan dan depresi pada pasien kanker.

Yang membuat buku ini semakin menarik, Pollan tidak sekadar menulis dari balik meja. Ia memutuskan menjadi subjek percobaannya sendiri, merasakan langsung perjalanan batin dengan LSD, psilocybin, hingga zat super kuat dari sekresi katak yang dijuluki 'The Toad'. Pertanyaan besarnya menggoda: apakah jamur ajaib berperan membuat kita menjadi manusia? Dan apakah zat-zat ini justru menjadi kunci yang kita butuhkan untuk mengatasi krisis zaman modern?"

Yang akan kamu pelajari

Yang akan kamu pelajari

"Dari perjalanan panjang buku ini, kita belajar bahwa hubungan manusia dengan psychedelics telah berlangsung selama ribuan tahun, jauh sebelum istilahnya diciptakan, dan sejarahnya senantiasa diwarnai ketegangan antara kebebasan bereksperimen dan kekuasaan yang ingin mengendalikan. Kita memahami mengapa zat-zat ini dilarang, bukan semata karena bahayanya, tetapi juga karena pengalaman mistis yang ditimbulkannya membuat manusia lebih sulit dikendalikan oleh institusi dan hierarki.

Dari sisi sains, kita menemukan bahwa khasiat terapeutik psychedelics kemungkinan besar terletak pada pengalaman yang dihasilkannya, bukan sekadar reaksi kimianya, dan bahwa penelitian otak memperlihatkan menurunnya aktivitas jaringan penyaring kesadaran yang membentuk rasa diri kita. Ditambah pengalaman pribadi Pollan sendiri serta gagasan 'depatterning' untuk masyarakat, kita diajak melihat psychedelics bukan hanya sebagai alat penyembuhan individual, tetapi juga sebagai kunci potensial untuk empati yang lebih besar, hubungan yang lebih dalam dengan alam, dan cara berpikir baru yang mungkin sangat kita butuhkan di tengah krisis zaman modern."

Sisanya untuk member

8 bagian lagi menunggu.

Buka seluruh ringkasan mulai dari paket bulanan, atau pilih tiga bulanan. Tanpa perpanjangan otomatis.

Lainnya di Kesehatan & Pikiran