
Karier & Bisnis
Reinventing Organizations
Menemukan Paradigma Baru Organisasi yang Memanusiakan Manusia
Frédéric Laloux
Temukan bagaimana organisasi visioner di seluruh dunia meninggalkan hierarki kaku dan ambisi kekuasaan, lalu beralih ke otonomi, keaslian, dan tujuan luhur—sebuah peta menuju cara bekerja yang lebih manusiawi.
- Waktu baca
- 10 menit
- Bagian
- 9
- Rating
- —
- Akses
- Premium
Tentang buku ini
Tentang buku ini
"Coba kita renungkan sejenak: dari kerajaan kuno sampai korporasi modern, manusia selalu berkumpul dalam organisasi untuk mengangkat diri dari kehidupan yang liar menuju peradaban. Tapi di sini ada paradoks yang menarik—organisasi yang sama itu ternyata juga membatasi kebebasan individu dan mendorong konsumsi berlebihan yang merusak bumi kita. Lalu pertanyaannya: apakah mungkin kita menikmati buah dari peradaban modern tanpa harus mengorbankan kemanusiaan kita sendiri?
Di sinilah buku Reinventing Organizations karya Frédéric Laloux masuk dengan jawaban yang mengejutkan. Laloux menemukan sebuah generasi baru perusahaan yang beroperasi dengan aturan main yang benar-benar berbeda. Alih-alih dipenuhi ambisi kekuasaan, organisasi-organisasi visioner ini menjunjung otonomi diri, keaslian individu, dan sebuah tujuan luhur kolektif. Menurut Laloux, manusia sedang berada di ambang paradigma baru tentang cara kita mengorganisasi diri—dan kalau kamu penasaran seperti apa wujudnya, tetaplah bergabung bersama saya sampai akhir."
Yang akan kamu pelajari
Yang akan kamu pelajari
"Nah, setelah menempuh perjalanan dari kerajaan kuno hingga perusahaan tanpa hierarki, apa sih inti pembelajarannya? Setidaknya ada beberapa hal besar yang bisa kamu bawa pulang. Pertama, evolusi organisasi selalu seiring dengan evolusi kesadaran manusia—dari struktur tradisional yang taat tradisi, organisasi modern yang gemar inovasi, hingga organisasi inklusif yang mengagungkan konsensus, dan kini organisasi visioner yang berbasis manajemen mandiri. Kedua, fondasi organisasi visioner adalah kepercayaan: kepercayaan bahwa manusia itu rasional, bisa dipercaya, dan bila diberi kebebasan justru akan berinovasi serta bertanggung jawab atas kesalahannya sendiri.
Ketiga, hierarki piramida bisa digantikan oleh tim otonom, peran fleksibel, dan proses nasihat—di mana siapa pun boleh memutuskan asalkan telah meminta pendapat pihak-pihak yang terdampak. Terakhir, budaya adalah perekat semuanya: tujuan luhur yang menggantikan profit sebagai motivator utama, ruang aman untuk tampil sebagai diri sendiri, dan transparansi total yang membangun kepercayaan. Menerapkannya memang butuh kepemimpinan yang rendah hati dan proses bertahap yang tidak instan, tetapi hadiahnya adalah tempat kerja yang lebih manusiawi dan performa yang justru makin prima."
Sisanya untuk member
7 bagian lagi menunggu.
Buka seluruh ringkasan mulai dari paket bulanan, atau pilih tiga bulanan. Tanpa perpanjangan otomatis.



