Sampul Simply Said

Karier & Bisnis

Simply Said

Seni Berkomunikasi Efektif dengan Fokus pada Orang Lain

Jay Sullivan

Temukan rahasia komunikasi yang tidak hanya didengar, tetapi juga dipahami dan diingat. Buku ini mengajarkan cara mengubah pertanyaan dari 'Apa yang ingin kukatakan?' menjadi 'Apa yang ingin mereka dengar?' untuk membangun koneksi yang tulus dan efektif.

Waktu baca
11 menit
Bagian
11
Rating
—
Akses
Premium

Tentang buku ini

Tentang buku ini

Pernah tidak kamu merasa sudah menjelaskan sesuatu dengan sangat jelas, tapi lawan bicaramu malah terlihat bingung? Atau kamu sudah menyusun presentasi berhari-hari, namun audiensmu justru sibuk mengecek ponsel? Kalau iya, kemungkinan besar masalahnya bukan pada seberapa pintar dirimu, melainkan pada caramu berkomunikasi. Di sinilah buku "Simply Said" karya Jay Sullivan hadir sebagai penyelamat. Buku ini membongkar kebiasaan buruk kita dalam berkomunikasi: kita terlalu sibuk memikirkan apa yang ingin *kita* sampaikan, tanpa pernah memikirkan apa yang orang lain butuhkan.

Inti dari buku ini sangat sederhana namun revolusioner: komunikasi yang hebat tidak dimulai dari dirimu, melainkan dari orang lain. Sullivan mengajak kita untuk berhenti bertanya "Apa yang ingin kukatakan?" dan mulai bertanya "Apa yang ingin mereka dengar?" Dengan membalik perspektif ini, semua hal—mulai dari ngobrol santai, meeting dengan klien, presentasi di depan ratusan orang, hingga menulis email—akan berubah drastis. Kamu akan belajar bagaimana membuat pesanmu tidak hanya didengar, tetapi juga dipahami, diingat, dan pada akhirnya, membuat orang lain tergerak untuk mengikuti ide-idemu.

Yang akan kamu pelajari

Yang akan kamu pelajari

Jika kita menarik benang merah dari seluruh isi buku ini, satu hal yang paling menonjol adalah pergeseran paradigma dari 'aku' ke 'kamu'. Sullivan mengajarkan bahwa kunci sukses berkomunikasi bukanlah pada seberapa canggih kosakata kita atau seberapa mewah slide presentasi kita, melainkan pada seberapa besar kemauan kita untuk memahami orang yang ada di hadapan kita. Mulai dari menentukan satu kalimat inti yang pendek, menyusun presentasi yang terstruktur, mendengarkan dengan penuh perhatian, hingga menulis email yang singkat dan jelas, semua bermuara pada satu tujuan: membuat orang lain merasa dimudahkan dan dihargai.

Keterampilan ini tidak hanya berlaku di ruang rapat. Prinsip fokus pada orang lain adalah keterampilan hidup yang akan membantumu dalam hubungan pertemanan, keluarga, dan masyarakat. Ketika kamu berhenti berusaha untuk terlihat pintar dan mulai berusaha untuk membuat orang lain merasa dipahami, di situlah komunikasi yang sesungguhnya terjadi. Kamu tidak hanya akan didengar, tetapi juga dipercaya. Dan kepercayaan, pada akhirnya, adalah fondasi dari setiap hubungan yang bermakna, baik di dunia kerja maupun kehidupan pribadi.

Sisanya untuk member

9 bagian lagi menunggu.

Buka seluruh ringkasan mulai dari paket bulanan, atau pilih tiga bulanan. Tanpa perpanjangan otomatis.

Lainnya di Karier & Bisnis