
Sains & Teknologi
The Age of Surveillance Capitalism
Bagaimana Raksasa Teknologi Mengintai Hidup Kita dan Mengancam Demokrasi
Shoshana Zuboff
Shoshana Zuboff membedah lahirnya kapitalisme pengawasan, sistem yang diam-diam mengekstraksi jejak perilaku kita untuk memprediksi dan mengendalikan masa depan, serta menawarkan langkah konkret untuk merebut kembali privasi dan kebebasan.
- Waktu baca
- 9 menit
- Bagian
- 7
- Rating
- —
- Akses
- Premium
Tentang buku ini
Tentang buku ini
Bayangkan kamu sedang duduk santai, menelusuri internet, mengobrol di aplikasi pesan, atau memesan makanan lewat ponsel. Terasa biasa saja, bukan? Nah, di balik semua aktivitas sehari-hari itu, ada sesuatu yang sedang bekerja diam-diam: raksasa teknologi seperti Google, Microsoft, dan Facebook sedang mengumpulkan jejak perilakumu, menganalisisnya dengan kecerdasan mesin, lalu menjual prediksi tentang masa depanmu kepada siapa pun yang mau membayar. Inilah yang disebut Shoshana Zuboff sebagai "surveillance capitalism" atau kapitalisme pengawasan, sebuah istilah yang ia ciptakan sendiri untuk menggambarkan praktik ekstraksi data yang invasif dan mengendalikan itu.
Buku ini bukan sekadar kritik terhadap dunia teknologi. Zuboff mengajak kita memahami bagaimana sistem ini lahir, mengapa ia berhasil berkembang pesat meski ditentang banyak pihak, dan apa tujuan akhirnya yang ternyata sangat mengancam kebebasan serta demokrasi kita. Yang menarik, ia juga membuka pintu harapan: masih ada langkah konkret yang bisa kita ambil, baik sebagai individu maupun masyarakat, untuk melawan arus besar ini dan merebut kembali hak privasi kita semua.
Yang akan kamu pelajari
Yang akan kamu pelajari
Dari perjalanan panjang membedah buku ini, kita belajar bahwa kapitalisme pengawasan bukan sekadar dongeng paranoid tentang teknologi, melainkan sistem ekonomi nyata yang memiliki filosofi, produk, alat produksi, dan pasar tersendiri, dengan produk utamanya berupa prediksi perilaku manusia. Kita memahami bahwa sistem ini lahir dari kombinasi unik antara ideologi neoliberalisme yang mengikis regulasi dan iklim pengawasan pasca-11 September, lalu dipelopori Google yang terpaksa mencari sumber pendapatan setelah gelembung dot-com pecah. Kita juga melihat bagaimana perusahaan teknologi mempertahankan dominasinya lewat ketergantungan yang mereka ciptakan, kerahasiaan operasional, dan kecepatan inovasi yang membuat regulasi selalu tertinggal.
Lebih dari itu, kita diajak menyadari bahwa konsekuensinya sudah nyata di kehidupan sehari-hari: privasi yang tergerus, otonomi yang dikikis secara halus, norma sosial yang terabaikan, kesehatan mental yang memburuk akibat perbandingan sosial, hingga generasi muda yang kehilangan rasa jati diri. Namun pesan terpentingnya justru penuh harapan: perubahan dimulai dari kesadaran diri, seperti mengaudit data yang kita serahkan setiap hari, dan untuk mengalahkan sistem sebesar ini, dibutuhkan aksi kolektif yang berdiri di atas kemarahan sehat terhadap hilangnya hak privasi dan penentuan nasib sendiri.
Sisanya untuk member
5 bagian lagi menunggu.
Buka seluruh ringkasan mulai dari paket bulanan, atau pilih tiga bulanan. Tanpa perpanjangan otomatis.



