
Sains & Teknologi
The Demon-Haunted World
Panggilan untuk Berpikir Kritis di Era Sains dan Pseudosains
Carl Sagan
Carl Sagan memperingatkan bahaya masyarakat yang buta sains dan menyerukan pemikiran kritis agar kita tak mudah termakan pseudosains dan informasi menyesatkan.
- Waktu baca
- 14 menit
- Bagian
- 10
- Rating
- —
- Akses
- Premium
Tentang buku ini
Tentang buku ini
Bayangkan kamu hidup di dunia yang setiap aspeknya bergantung pada sains dan teknologi, mulai dari obat yang kamu minum, ponsel di tanganmu, hingga pesawat yang membawamu terbang. Tapi ada satu masalah besar: sebagian besar dari kita sama sekali tidak memahami bagaimana semua itu bekerja. Carl Sagan, astronom legendaris dan penulis tersohor, mengingatkan kita bahwa dunia sedang berada di posisi yang sangat rawan. Kita mengklaim hidup di era sains, tetapi pada saat yang sama masih memeluk kepercayaan tak berdasar, takhayul, dan pseudosains dengan tingkat yang sangat mengkhawatirkan.
Dalam buku The Demon-Haunted World yang pertama terbit tahun 1995, Sagan menyampaikan peringatan yang terasa semakin relevan hari ini: masyarakat yang buta sains adalah masyarakat yang kehilangan kemampuan membedakan mana yang benar dan mana yang palsu, mana fakta dan mana opini. Tanpa berpikir kritis dan skeptis, kita mudah termakan informasi menyesatkan, enggan mempertanyakan otoritas, dan perlahan-lahan merosot menjadi masyarakat yang kurang sejahtera dan kurang demokratis. Buku ini adalah panggilan untuk memeluk metode ilmiah dan menerapkan pemikiran kritis di segala aspek kehidupan kita.
Yang akan kamu pelajari
Yang akan kamu pelajari
Dari perjalanan kita menyusuri The Demon-Haunted World, ada benang merah yang kuat: kemampuan berpikir kritis dan skeptis bukanlah kemewahan intelektual, melainkan kebutuhan bertahan hidup di dunia modern. Kita belajar bahwa sains pada intinya adalah tentang meminta bukti sebelum memercayai sesuatu, dan bahwa pseudosains serta kepercayaan supranatural begitu mudah kita peluk karena menyentuh emosi dan memberi kenyamanan, meski pada akhirnya membahayakan masyarakat. Kita juga memahami mengapa retorika anti-sains begitu persisten: karena sains menantang status quo dan kekuasaan yang menumpang di atasnya.
Lebih jauh, kita memperoleh perangkat praktis untuk berpikir skeptis, mulai dari memvalidasi sumber, membedakan bukti dari banding ke otoritas, hingga mengenali berbagai sesat pikir logis yang kerap dipakai untuk menipu kita. Sagan juga menunjukkan bahwa sains dan demokrasi adalah dua sisi mata uang yang sama: keduanya bertumpu pada pertukaran informasi bebas, kritik terbuka, dan kesediaan mengubah pendapat ketika bukti menuntutnya. Masyarakat yang melek sains adalah masyarakat yang lebih adil, lebih sejahtera, dan lebih sulit dimanipulasi oleh mereka yang berkuasa.
Sisanya untuk member
8 bagian lagi menunggu.
Buka seluruh ringkasan mulai dari paket bulanan, atau pilih tiga bulanan. Tanpa perpanjangan otomatis.



