
Sains & Teknologi
The Distracted Mind
Mengapa Otak Kita Mudah Teralihkan dan Bagaimana Merebut Kembali Fokus di Era Digital
Adam Gazzaley dan Larry D. Rosen
Jelajahi sains di balik pikiran yang teralihkan dan temukan strategi berbasis bukti untuk merebut kembali kendali atas fokus Anda dari gempuran teknologi.
- Waktu baca
- 12 menit
- Bagian
- 8
- Rating
- —
- Akses
- Premium
Tentang buku ini
Tentang buku ini
Pernah tidak kamu merasa sedang fokus mengerjakan sesuatu, lalu tiba-tiba sebuah notifikasi muncul dan seluruh konsentrasi kamu menguap begitu saja? Nah, inilah fenomena yang dibedah tuntas oleh buku The Distracted Mind karya Adam Gazzaley dan Larry Rosen. Menurut mereka, teknologi yang seharusnya membuat hidup kita lebih mudah justru diam-diam mencuri hal paling berharga yang kita miliki: kemampuan untuk fokus dan menyelesaikan tujuan kita sendiri.
Buku ini bukan sekadar keluhan kuno tentang generasi yang kecanduan layar. Ini adalah penjelajahan serius ke dalam otak manusia, mengapa kita begitu mudah teralihkan, dan bagaimana era informasi membuat kerentanan alami kita terhadap gangguan menjadi jauh lebih buruk. Tapi tenang, Gazzaley dan Rosen tidak hanya mendiagnosis masalahnya, mereka juga menawarkan strategi berbasis sains untuk merebut kembali kendali atas pikiran kita sendiri.
Yang akan kamu pelajari
Yang akan kamu pelajari
Setelah menelusuri buku ini, kita memahami bahwa pikiran yang mudah teralihkan bukanlah kelemahan moral atau kurangnya niat, melainkan hasil dari keterbatasan alami kendali kognitif manusia, yaitu atensi yang mudah dialihkan, memori kerja yang berkapasitas terbatas, dan manajemen tujuan yang tidak bisa benar-benar melakukan multitasking. Kita juga belajar bahwa teknologi memperparah kerentanan ini lewat mekanisme yang bisa dijelaskan secara ilmiah: dengan menjadikan informasi semakin mudah diakses, sementara di saat yang sama menumbuhkan kebosanan dan kecemasan yang mendorong kita terus berpindah sumber informasi, persis seperti hewan yang berpindah petak makanan.
Yang lebih penting, buku ini memberi kita perangkat praktis untuk melawan. Kita bisa memperkuat otak melalui olahraga, meditasi, latihan kognitif, dan bahkan video game tertentu, sekaligus merombak lingkungan dengan membatasi akses terhadap ponsel, meredakan kebosanan dengan musik dan suasana kerja yang menstimulasi, serta menetapkan batas ketersediaan untuk meredakan kecemasan. Pelajaran terbesarnya sederhana namun mendalam: fokus adalah sumber daya berharga yang bisa dilatih dan dilindungi, dan merebutnya kembali sepenuhnya berada dalam jangkauan kita.
Sisanya untuk member
6 bagian lagi menunggu.
Buka seluruh ringkasan mulai dari paket bulanan, atau pilih tiga bulanan. Tanpa perpanjangan otomatis.



