
Kesehatan & Pikiran
The Divided Mind
Mengungkap Akar Emosional Nyeri Kronis dan Rahasia Penyembuhan dari Pikiran
John E. Sarno
John E. Sarno mengungkap bahwa banyak nyeri kronis berasal dari konflik emosi yang tertekan, bukan gangguan fisik. Temukan bagaimana memahami pikiran dapat menjadi kunci kesembuhan.
- Waktu baca
- 12 menit
- Bagian
- 8
- Rating
- —
- Akses
- Premium
Tentang buku ini
Tentang buku ini
Bayangkan kamu sudah bertahun-tahun menderita nyeri punggung, leher kaku, atau migrain yang tidak kunjung sembuh. Sudah coba obat, terapi fisik, bahkan sampai pertimbangkan operasi, tapi rasa sakitnya tetap saja kembali. Lalu, bagaimana jika ternyata sumber sakit itu bukan ada di tubuhmu, melainkan di pikiranmu sendiri? Inilah pertanyaan berani yang diangkat oleh John E. Sarno dalam The Divided Mind.
Sarno mengajukan teori yang mengguncang dunia kedokteran: banyak kasus nyeri kronis sebenarnya lahir dari tekanan emosi dan trauma yang selama ini kita tekan jauh-jauh ke dalam alam bawah sadar. Otak kita, katanya, sengaja menciptakan gejala fisik sebagai cara untuk mengalihkan perhatian kita dari konflik batin yang terlalu berat untuk dihadapi. Buku ini membahas bagaimana proses itu bekerja, mengapa Sarno menyebutnya Tension Myositis Syndrome, dan bagaimana ribuan pasien akhirnya menemukan kesembuhan lewat pemahaman atas pikiran mereka sendiri.
Yang akan kamu pelajari
Yang akan kamu pelajari
Dari perjalanan kita menelusuri The Divided Mind, pelajaran terbesarnya adalah menyadari bahwa pikiran dan tubuh bukan dua entitas terpisah yang saling tidak peduli. Emosi yang tertindas, trauma yang dipendam, dan tekanan batin yang tidak pernah diolah bisa berubah menjadi gejala fisik yang sangat nyata, mulai dari nyeri punggung kronis hingga tekanan darah tinggi. Otak kita bisa menciptakan rasa sakit sebagai strategi pengalihan agar kita tidak menghadapi konflik batin yang terlalu berat. Karena itu, pengobatan yang hanya menyentuh tubuh sering gagal, sebab ia tidak pernah menyentuh akar masalahnya.
Yang bisa kita praktikkan sehari-hari juga sangat membumi: menulis jurnal untuk menggali perasaan yang terpendam, mengolah emosi lewat konseling atau terapi, membangun kembali citra diri sebagai pribadi yang sehat dan kuat, serta berani bertanya pada keyakinan lama kita tentang rasa sakit. Para dokter kontributor buku ini, dari Mann hingga Hoffman, memperkaya pemahaman bahwa kondisi fisik dan psikologis berada dalam satu spektrum, dan pemulihan sesungguhnya dimulai ketika kita berani memandang diri sendiri dengan mata yang berbeda: sebagai sosok yang sehat, kuat, dan mampu pulih.
Sisanya untuk member
6 bagian lagi menunggu.
Buka seluruh ringkasan mulai dari paket bulanan, atau pilih tiga bulanan. Tanpa perpanjangan otomatis.



