
Sains & Teknologi
The Origins of Political Order
Menelusuri Akar Sejarah Tatanan Politik dari Prasejarah hingga Revolusi
Francis Fukuyama
Francis Fukuyama membedah asal-usul institusi politik dan tiga pilar masyarakat stabil: negara kuat, supremasi hukum, dan akuntabilitas. Sebuah penelusuran epik dari Tiongkok kuno hingga Inggris, mengungkap bagaimana demokrasi modern terbentuk.
- Waktu baca
- 10 menit
- Bagian
- 10
- Rating
- —
- Akses
- Premium
Tentang buku ini
Tentang buku ini
Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa demokrasi di berbagai negara bisa sangat berbeda, dan mengapa beberapa negara kesulitan sekali untuk mewujudkan pemerintahan yang stabil? Untuk memahami tekanan yang dialami demokrasi di abad ke-21, kita harus melihat jauh ke masa lalu dan memahami dari mana sebenarnya sistem politik modern ini berasal. Buku ini mengajak kita melacak evolusi sistem politik dari masa prasejarah hingga malam menjelang Revolusi Prancis dan Amerika. Francis Fukuyama mengemukakan sebuah gagasan yang sangat menarik: sebuah masyarakat demokratis yang stabil membutuhkan tiga pilar utama, yaitu negara yang kuat, supremasi hukum, dan akuntabilitas. Kita akan menyelami bagaimana birokrasi Tiongkok kuno menciptakan negara modern pertama, dan bagaimana sengketa hukum lokal di Inggris secara tak terduga melahirkan demokrasi. Bersama-sama, kita akan membongkar sejarah ini dengan perspektif yang segar, serta membandingkannya dengan teori politik mutakhir.
Yang akan kamu pelajari
Yang akan kamu pelajari
Dari petualangan menelusuri sejarah panjang ini, kita belajar bahwa demokrasi yang stabil bukanlah sebuah keajaiban yang muncul begitu saja, melainkan hasil dari ribuan tahun trial and error peradaban manusia. Kita memahami tiga pilar fundamental yang menopang demokrasi modern: negara yang kuat untuk menjaga ketertiban dan layanan publik, supremasi hukum untuk membatasi kesewenang-wenangan kekuasaan, serta akuntabilitas yang memastikan pemerintah tunduk pada kebutuhan rakyatnya. Lebih dari itu, kita diajak menyadari betapa pentingnya melepaskan diri dari ikatan primordial seperti kekerabatan dan nepotisme untuk bisa membangun sistem pemerintahan yang impersonal dan berkeadilan. Selain itu, kita juga belajar bahwa tidak ada jalan pintas atau resep ajaib untuk menciptakan demokrasi. Negara yang kuat harus dibangun terlebih dahulu sebelum sistem demokratis bisa berjalan. Tanpa fondasi negara yang kokoh, demokrasi hanya akan menjadi kedok untuk kepentingan kelompok atau suku tertentu. Kita pun diingatkan bahwa institusi politik itu tidak abadi; ia bisa membusuk jika keseimbangan kekuasaan antara negara dan rakyat tidak dijaga. Inilah wawasan yang sangat krusial untuk memahami gejolak politik di berbagai belahan dunia saat ini.
Sisanya untuk member
8 bagian lagi menunggu.
Buka seluruh ringkasan mulai dari paket bulanan, atau pilih tiga bulanan. Tanpa perpanjangan otomatis.



