
Karier & Bisnis
The Snowball
Biografi Warren Buffett yang Mengungkap Sisi Lain Sang Legenda Finansial
Alice Schroeder
Biografi mendalam Warren Buffett yang ditulis dengan akses penuh, mengungkap perjalanan hidup, nilai-nilai, dan rahasia di balik kesuksesannya.
- Waktu baca
- 23 menit
- Bagian
- 13
- Rating
- —
- Akses
- Premium
Tentang buku ini
Tentang buku ini
Bayangkan orang terkaya di dunia. Apa yang pertama muncul di benakmu? Kapal pesiar mewah, rumah bergaya istana, atau gaya hidup penuh kemila? Nah, Warren Buffett mematahkan semua stereotip itu. Pria ini justru dikenal bukan karena kekayaannya, melainkan karena reputasinya sebagai sosok yang jujur dan bijaksana. Di dunia keuangan tingkat tinggi yang kerap dipenuhi ego dan ambisi, Buffett berdiri sendirian sebagai pribadi yang tidak tergiur pada penampilan, tidak dikuasai gengsi, dan tidak mengejar dolar instan. Pertanyaannya, seberapa asli citra 'kakek sederhana dari Omaha' itu? Dan apa yang sebenarnya menggerakkan obsesinya mengumpulkan uang sambil tetap memegang teguh integritas?
Dalam The Snowball, Alice Schroeder menjawab pertanyaan-pertanyaan besar itu dengan akses penuh ke kehidupan, relasi, dan arsip pribadi Buffett. Kita akan menelusuri akar masa kecilnya, dorongannya meraih kemandirian lewat kekayaan, serta nilai-nilai pengelolaan dan kejujuran yang memandu langkahnya sebagai raksasa finansial. Ini bukan sekadar kisah sukses, melainkan potret manusia yang menggulung bola saljunya sendiri, pelan tetapi pasti, hingga menjadi legenda.
Yang akan kamu pelajari
Yang akan kamu pelajari
Kalau kita menarik benang merah dari seluruh perjalanan hidup Warren Buffett, ada beberapa pelajaran yang benar-benar membekas. Pertama, kekuatan bunga majemuk dan kesabaran: kekayaan Buffett tidak lahir dari spekulasi kilat, melainkan dari disiplin puluhan tahun membiarkan bola salju menggulung, dari menjual permen karet di Omaha hingga mengelola miliaran dolar. Kedua, uang seharusnya dinilai bukan dari nilainya hari ini, melainkan dari potensinya di masa depan, dan setiap sen yang dibelanjakan adalah sen yang kehilangan kesempatan untuk bertumbuh. Ketiga, integritas bukan sekadar pilihan moral, melainkan aset strategis: reputasi kejujuran Buffett-lah yang menyelamatkan Salomon Brothers dan menjadikannya suara yang paling dipercaya ketika krisis 2008 mengguncang dunia.
Selain itu, kita belajar bahwa manusia, bahkan seorang genius finansial sekalipun, adalah makhluk yang membutuhkan koneksi. Buffett yang alergi konflik dan takut mengecewakan orang justru menghabiskan hidupnya mengoleksi orang-orang: istri yang menyayanginya, saudara intelektual seperti Munger, sahabat seperti Katharine Graham, dan anak angkat bernama Bill Gates. Terakhir, dan mungkin yang paling penting: kesuksesan sejati tidak diukur dari angka di rekening bank, melainkan dari seberapa banyak cinta dalam hidupmu dan dampak positif yang kamu tinggalkan. Buffett membuktikannya dengan memberikan hampir seluruh kekayaannya, tanpa meninggalkan namanya di gedung mana pun.
Sisanya untuk member
11 bagian lagi menunggu.
Buka seluruh ringkasan mulai dari paket bulanan, atau pilih tiga bulanan. Tanpa perpanjangan otomatis.



