
Sains & Teknologi
The Song of the the Cell
Perjalanan Menakjubkan Sel dan Simfoni Kehidupan
Siddhartha Mukherjee
Dokter dan biolog pemenang Pulitzer mengajak Anda menyelami dunia sel: para musisi kehidupan yang menciptakan simfoni tubuh, dari sejarah penemuannya hingga terapi sel dan rekayasa genetika yang mengubah masa depan kedokteran.
- Waktu baca
- 17 menit
- Bagian
- 10
- Rating
- —
- Akses
- Premium
Tentang buku ini
Tentang buku ini
"Bayangkan kamu sedang mendengarkan sebuah orkestra. Setiap nada yang keluar dari masing-masing instrumen terdengar sederhana jika dimainkan sendirian, tetapi ketika semuanya bersatu, lahirlah sebuah simfoni yang sangat luar biasa. Nah, dalam buku The Song of the Cell, dokter sekaligus biolog Siddhartha Mukherjee mengajak kita memahami bahwa tubuh manusia bekerja dengan cara yang sangat mirip seperti itu. Sel-sel di dalam tubuh kita adalah para musisi yang berkolaborasi untuk menciptakan sebuah 'lagu kehidupan' yang lebih besar dari sekadar jumlah bagiannya.
Buku ini membawa kita menelusuri sejarah penemuan sel, bagaimana paham biologi sel merevolusi dunia kedokteran, hingga terapi sel dan rekayasa genetika yang sedang dikembangkan untuk melawan kanker dan berbagai penyakit mematikan lainnya. Mukherjee tidak berhenti di situ saja. Ia juga menyinggung kemungkinan menciptakan 'manusia baru' yang kebal terhadap penyakit keturunan, sebuah gagasan yang menjanjikan namun sekaligus memicu perdebatan etika yang sangat serius."
Yang akan kamu pelajari
Yang akan kamu pelajari
"Setelah menemani kita menelusuri seluruh isi buku ini, ada beberapa wawasan besar yang bisa kamu bawa pulang. Pertama, kita belajar bahwa tubuh manusia bukanlah satu entitas tunggal melainkan sebuah ekosistem kompleks yang dihuni triliunan sel yang saling berkolaborasi. Setiap sel berasal dari sel lain, semua saling terkait hingga kembali ke organisme bersel tunggal pertama di bumi, dan setiap penyakit pada dasarnya adalah cerita tentang rusaknya komunikasi atau ketidakseimbangan aktivitas di antara sel-sel tersebut.
Kedua, kita memahami bahwa masa depan kedokteran ada di tangan terapi seluler dan rekayasa genetika. Dari transplantasi sumsum tulang untuk leukimia, terapi sel T yang melatih sistem imun melawan kanker, hingga menumbuhkan sel pankreas di laboratorium untuk menyembuhkan diabetes, ilmu pengetahuan tentang sel membuka pintu menuju pengobatan yang tadinya hanya ada dalam mimpi. Namun Mukherjee juga mengingatkan kita bahwa dengan kekuatan besar datang tanggung jawab besar. Rekayasa genetika pada manusia membawa bayang-bayang eugenika yang kelam, dan setiap langkah maju harus dilangkahi dengan kehati-hatian, empati, dan kesadaran etika yang matang."
Sisanya untuk member
8 bagian lagi menunggu.
Buka seluruh ringkasan mulai dari paket bulanan, atau pilih tiga bulanan. Tanpa perpanjangan otomatis.



