
Sains & Teknologi
The Square and the Tower
Mengungkap Dinamika Kekuasaan Tersembunyi dari Menara Hierarki hingga Alun-Alun Jaringan
Niall Ferguson
Sejarawan Stanford membedah sejarah manusia melalui teori jaringan, membongkar mitos konspirasi dan menjelaskan mengapa media sosial memicu konflik, bukan perdamaian.
- Waktu baca
- 8 menit
- Bagian
- 8
- Rating
- —
- Akses
- Premium
Tentang buku ini
Tentang buku ini
Pernahkah kamu berpikir bahwa dunia diatur secara diam-diam oleh sekelompok orang bersembunyi di balik tirai? Buku ini mengajak kita untuk melihat lebih jauh dari sekadar teori konspirasi. Sejarawan kelas dunia dari Stanford University, Niall Ferguson, menggunakan teori jaringan untuk membedah sejarah umat manusia dan membongkar satu persatu mitos tentang siapa yang sebenarnya memegang kendali di dunia ini.
Ferguson memaparkan dengan sangat jelas bahwa jaringan yang beroperasi di luar hierarki resmi negara justru sering kali menciptakan kekacauan, bukan ketertiban. Melalui metafora Menara yang melambangkan otoritas pemerintah dan Alun-alun yang mewakili jaringan sosial dan komersial masyarakat, kita diajak memahami dinamika kekuasaan. Mulai dari alasan mengapa teori konspirasi sering kali keliru, hingga mengapa kehadiran media sosial justru memicu lebih banyak konflik ketimbang kedamaian global yang dijanjikan oleh para tokoh teknologi Silicon Valley.
Yang akan kamu pelajari
Yang akan kamu pelajari
Setelah menjelajahi buku ini, kamu akan memahami secara mendalam bagaimana teori jaringan bekerja dan mengapa hierarki tetap diperlukan untuk menjaga ketertiban sosial. Kamu akan menyadari bahwa teori konspirasi yang mengklaim adanya kelompok rahasia yang mengendalikan pemerintah dari balik layar sering kali keliru, karena jaringan informal justru cenderung menggulingkan hierarki kekuasaan alih-alih mengendalikannya secara sembunyi-sembunyi.
Lebih jauh, kamu akan memiliki kerangka berpikir baru dalam melihat lanskap politik global dan dampak revolusi digital saat ini. Kamu bisa mengevaluasi secara kritis janji-jji utopis para tokoh teknologi tentang masa depan yang damai berkat konektivitas, serta memahami bagaimana media sosial dan raksasa teknologi justru berpotensi menggeser keseimbangan kekuasaan dunia dan menciptakan polarisasi baru yang membutuhkan regulasi yang bijaksana.
Sisanya untuk member
6 bagian lagi menunggu.
Buka seluruh ringkasan mulai dari paket bulanan, atau pilih tiga bulanan. Tanpa perpanjangan otomatis.



