
Sains & Teknologi
The Structure Of Scientific Revolutions
Bagaimana Pergeseran Paradigma Mengubah Cara Kita Memandang Ilmu Pengetahuan
Thomas Kuhn
Thomas Kuhn mengungkap bahwa sains tidak maju secara linear, melainkan melalui revolusi dan pergeseran paradigma yang mengubah total cara kita memahami dunia.
- Waktu baca
- 37 menit
- Bagian
- 16
- Rating
- —
- Akses
- Premium
Tentang buku ini
Tentang buku ini
Bayangkan kamu sedang menyusuri sebuah lorong panjang yang lurus, dari kegelapan menuju cahaya. Selama ini, itulah gambaran yang sering kita terima tentang ilmu pengetahuan: sebuah perjalanan tertata dari masa kebodohan menuju masa penuh pengetahuan, di mana para ilmuwan dengan sabar mengumpulkan fakta demi fakta tentang dunia. Tapi sejarah mencatat kisah yang jauh lebih dramatis dan tak terduga. Ada momen-momen ketika para ilmuwan terpaksa meruntuhkan total bangunan pengetahuan yang selama ini mereka yakini, lalu membangun ulang cara pandang mereka terhadap dunia dari fondasi yang sama sekali berbeda. Momen-momen besar itulah yang kita kenal sebagai revolusi ilmiah.
Nah, di sinilah paradoks yang menggelitik mulai muncul: kalau revolusi berarti membuang pengetahuan lama, bagaimana mungkin sains bisa disebut terus maju? Bukankah itu terdengar seperti langkah mundur? Buku The Structure Of Scientific Revolutions karya Thomas Kuhn memecahkan teka-teki besar ini dengan cara yang cerdas dan mendalam: kita diminta melepaskan anggapan bahwa sains memiliki tujuan akhir yang tetap dan sakral. Sama seperti makhluk hidup yang berevolusi, sains berubah, beradaptasi, dan terspesialisasi mengikuti kebutuhan zamannya. Sains tidak sedang mengejar sebuah kebenaran absolut di ujung perjalanan; ia hanya terus bekerja, mempelajari dan memahami dunia selangkah demi selangkah, dengan segala lika-likunya.
Yang akan kamu pelajari
Yang akan kamu pelajari
Setelah menelusuri seluruh perjalanan buku ini, kita memahami bahwa sains bukanlah tumpukan fakta yang tumbuh rapi satu demi satu, melainkan proses yang hidup dan penuh gejolak. Kita belajar memahami konsep paradigma sebagai kerangka cara pandang yang menjadi fondasi kerja para ilmuwan, mengenali siklus sains normal dengan teka-tekinya, anomali yang muncul tak terduga, krisis yang mengguncang, hingga revolusi yang melahirkan paradigma baru. Kita juga belajar bahwa paradigma-paradigma yang berbeda pada dasarnya tak terbandingkan, sehingga para ilmuwan tidak memilih paradigma melainkan berpindah keyakinan kepadanya.
Yang lebih penting lagi, buku ini mengubah cara kita memandang kemajuan itu sendiri. Sains bukanlah perjalanan menuju kebenaran absolut di ujung jalan, melainkan proses evolusioner yang terus berubah dan beradaptasi mengikuti zaman. Revolusi bukanlah langkah mundur, melainkan mekanisme yang justru diperlukan agar sains tetap hidup dan relevan. Pemahaman ini tidak hanya berguna bagi para ilmuwan, tetapi bagi siapa pun yang ingin membaca dunia dengan lebih kritis dan rendah hati.
Sisanya untuk member
14 bagian lagi menunggu.
Buka seluruh ringkasan mulai dari paket bulanan, atau pilih tiga bulanan. Tanpa perpanjangan otomatis.



