
Sains & Teknologi
The True Believer
Psikologi Gerakan Massa dan Mengapa Orang Menyerahkan Diri pada Gagasan
Eric Hoffer
Mengapa jutaan orang rela menyerahkan hidup demi sebuah gagasan? Eric Hoffer membedah psikologi gerakan massa yang selalu berulang sepanjang sejarah, dari Nazisme hingga revolusi komunis.
- Waktu baca
- 7 menit
- Bagian
- 6
- Rating
- —
- Akses
- Premium
Tentang buku ini
Tentang buku ini
Pernah tidak kamu bertanya-tanya, kenapa bisa ada jutaan orang yang dengan rela hati menyerahkan hidupnya demi sebuah gagasan? Baik itu gerakan keagamaan, politik, atau sosial, sejarah manusia dipenuhi oleh gelombang massa yang bergerak serentak menuntut perubahan radikal. Nah, dalam buku legendaris yang terbit tahun 1951 ini, seorang filsuf otodidak bernama Eric Hoffer membedah lapisan psikologi terdalam dari fenomena yang menakjubkan sekaligus mengerikan itu. Dia menemukan bahwa semua gerakan massa, entah itu Nazisme, revolusi komunis, atau bahkan perang salib, ternyata berbagi pola yang mencengangkan dan menyerupai satu sama lain.
Hoffer mengungkap siapa sebenarnya orang-orang yang paling mudah tertarik pada gerakan massa, kebutuhan psikologis apa yang berhasil dipenuhi oleh gerakan tersebut, dan taktik-taktik apa yang dipakai untuk memompa pengorbanan diri serta persatuan para pengikutnya. Di era media sosial dan polarisasi politik seperti sekarang, pemahaman dari buku ini terasa lebih relevan daripada sekadar pelajaran sejarah. Ini semacam vaksin mental untuk kita semua agar tidak mudah tersapu arus gerakan mana pun tanpa berpikir kritis.
Yang akan kamu pelajari
Yang akan kamu pelajari
Setelah menyelami The True Believer, kamu akan memahami bahwa gerakan massa, apa pun bentuk dan ideologinya, pada dasarnya beroperasi dengan mesin psikologis yang sama. Mereai merekrut orang-orang yang merasa hampa, tersingkirkan, bersalah, atau ambisius, lalu memenuhi kebutuhan dasar mereka akan identitas, komunitas, dan tujuan hidup. Kamu juga akan belajar mengenali taktik-taktik yang dipakai untuk memompa pengorbanan diri dan mempertegas batas kita versus mereka, mulai dari penyederhanaan keyakinan, distorsi realitas, sampai penghukuman terhadap pemberanggung suara berbeda. Terlebih lagi, pemahaman ini menjadi sangat penting di era media sosial, tempat algoritma dan ruang gema mempercepat penyebaran narasi gerakan secara dahsyat. Dengan bekal ini, kamu bisa lebih kritis ketika menghadapi ajakan untuk ikut sebuah gagasan, sekaligus lebih arif dalam menilai kapan gerakan massa bisa menjadi kekuatan pembebas dan kapan ia berubah menjadi mesin penindasan.
Sisanya untuk member
4 bagian lagi menunggu.
Buka seluruh ringkasan mulai dari paket bulanan, atau pilih tiga bulanan. Tanpa perpanjangan otomatis.



