
Kesehatan & Pikiran
Ultra-Processed People
Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Makan Makanan Ultra-Proses dan Bagaimana Itu Merusak Tubuh dan Bumi
Chris van Tulleken
Dokter dan ilmuwan Chris van Tulleken membongkar rahasia makanan ultra-proses: bukan sekadar tidak sehat, tapi zat adiktif yang dirancang menipu otak, merusak kesehatan, dan mengancam lingkungan.
- Waktu baca
- 13 menit
- Bagian
- 11
- Rating
- —
- Akses
- Premium
Tentang buku ini
Tentang buku ini
Pernah tidak kamu bertanya-tanya, kenapa sih berhenti makan keripik favorit itu susahnya minta ampun? Atau, kenapa supermarket kita itu isinya lorong demi lorong minuman bersoda, makanan beku, dan camilan kemasan, sementara bagian sayur dan buah segarnya cuma seluas kamar mandi? Nah, pertanyaan-pertanyaan sederhana ini ternyata menyimpan jawaban yang jauh lebih besar dan mengejutkan dari yang kita kira.
Dalam bukunya, Chris van Tulleken membongkar sebuah kebenaran yang tidak nyaman: makanan ultra-proses—mulai dari sereal sarapan, makanan cepat saji, permen, sampai daging olahan—bukanlah sekadar makanan yang 'tidak sehat'. Ia berargumen bahwa benda-benda itu sebenarnya bukan makanan sama sekali. Lebih tepatnya, ia menyebutnya sebagai zat adiktif yang dirancang secara cerdik untuk menipu otak dan tubuh kita agar terus-menerus ingin makan lebih banyak, sambil diam-diam meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis. Tidak berhenti di situ, cara industri memproduksi makanan ini juga ikut andil merusak lingkungan dan memperparah krisis iklim. Buku ini adalah undangan untuk membuka mata, sebuah perjalanan yang akan mengubah caramu memandang isi piring dan rak-rak di toko swalayan.
Yang akan kamu pelajari
Yang akan kamu pelajari
Jika ada satu pesan utama dari seluruh perjalanan ini, itu adalah tentang kesadaran. Kita hidup di era di mana apa yang kita makan sebagian besar bukanlah makanan sungguhan, melainkan produk rekayasa industri yang dirancang untuk memaksimalkan keuntungan, bukan untuk menyehatkan. Kita belajar bahwa tubuh kita memiliki sistem alami yang canggih untuk mengatur makan, tetapi sistem itu sedang diperangi oleh makanan ultra-proses yang licik. Kita juga belajar bahwa obesitas bukanlah sekadar masalah malas gerak atau kurangnya tekad, melainkan hasil dari racun lingkungan dan pemasaran yang agresif.
Lebih jauh lagi, kita jadi paham bahwa pilihan makanan kita tidak hanya berdampak pada diri sendiri, tetapi juga pada planet ini. Jejak karbon dari produksi pangan industri dan sampah plastiknya adalah masalah nyata yang harus kita hadapi. Pada akhirnya, kekuatan terbesar kita adalah pengetahuan. Dengan memahami cara kerja UPF, kita tidak lagi menjadi korban yang tidak berdaya. Kita bisa mulai bertanya, memilih dengan lebih bijak, dan pada gilirannya, mendorong perubahan yang lebih besar dari bawah ke atas.
Sisanya untuk member
9 bagian lagi menunggu.
Buka seluruh ringkasan mulai dari paket bulanan, atau pilih tiga bulanan. Tanpa perpanjangan otomatis.



