
Hubungan & Keluarga
Why Does He Do That?
Membongkar Logika Kekerasan dalam Rumah Tangga dan Cara Menghentikannya
Lundy Bancroft
Buku ini membongkar cara berpikir pelaku kekerasan dalam rumah tangga dan menunjukkan bahwa kekerasan adalah pilihan yang menguntungkan pelaku, bukan ledakan emosi. Sebuah panduan penting untuk memihak korban dan menuntut akuntabilitas.
- Waktu baca
- 6 menit
- Bagian
- 6
- Rating
- —
- Akses
- Premium
Tentang buku ini
Tentang buku ini
Buku ini seperti lampu sorot yang diarahkan ke ruang gelap yang jarang kita bicarakan: cara berpikir para pelaku kekerasan dalam rumah tangga. Lundy Bancroft tidak berhenti pada pertanyaan sederhana mengapa dia kasar, tetapi membongkar logika di balik tindakan yang sering dianggap tidak masuk akal. Dari pengalamannya puluhan tahun sebagai konselor, penilai hak asuh, dan penyelidik kekerasan anak, Bancroft menunjukkan bahwa kekerasan bukan sekadar ledakan emosi; ia adalah pilihan yang menguntungkan pelaku. Dengan pendekatan ini, buku ini menjadi semacam panduan untuk melihat pola manipulasi, intimidasi, dan kontrol yang selama ini mungkin terasa membingungkan.
Yang membuat buku ini penting bukan hanya karena menjelaskan, tetapi karena memihak korban. Bancroft ingin pembaca tidak lagi terjebak dalam mitos seperti pelaku sakit jiwa, tidak bisa mengendalikan emosi, atau sekadar korban masa lalu. Ia menegaskan bahwa selama kita memaklumi alasan-alasan itu, pelaku justru makin leluasa. Jadi, buku ini bukan hanya bacaan, melainkan alat untuk menuntut akuntabilitas, memperkuat batas pribadi, dan memulai percakapan jujur tentang relasi yang sehat.
Yang akan kamu pelajari
Yang akan kamu pelajari
Setelah menelusuri isi buku ini, kita diingatkan bahwa kekerasan dalam rumah tangga bukan teka-teki emosi yang tidak bisa dijelaskan. Ia adalah pola pilih yang lahir dari rasa berhak dan keinginan untuk mengontrol. Pelaku biasanya sangat sadar dengan dampak perbuatannya, tetapi memilih terus melakukannya karena memperoleh kenyamanan dan kekuasaan. Itu sebabnya memahami cara pikir pelaku adalah langkah awal untuk tidak lagi terjebak dalam pembenaran yang mereka bangun.
Pada saat yang sama, Bancroft menekankan bahwa perubahan sejati hanya mungkin bila ada konsekuensi dan tekanan dari luar. Korban perlu didukung, bukan diinterogasi; program intervensi harus memprioritaskan keselamatan korban; dan masyarakat harus berani membongkar budaya yang menormalisasi dominasi. Pesan besarnya jelas: jika kekerasan adalah pilihan, maka ia bisa ditolak—tetapi penolakan itu harus datang dari individu, komunitas, dan sistem secara bersama-sama.
Sisanya untuk member
4 bagian lagi menunggu.
Buka seluruh ringkasan mulai dari paket bulanan, atau pilih tiga bulanan. Tanpa perpanjangan otomatis.



