Sampul Your Inner Fish

Sains & Teknologi

Your Inner Fish

Kisah 3,5 Miliar Tahun Tubuh Manusia dari Ikan Purba hingga Kita

Neil Shubin

Neil Shubin mengungkap bagaimana fosil ikan berusia 375 juta tahun, Tiktaalik, menjelaskan asal-usul anatomi manusia yang rumit. Sebuah perjalanan sains yang memikat dari laut purba ke cermin di depanmu.

Waktu baca
36 menit
Bagian
17
Rating
—
Akses
Premium

Tentang buku ini

Tentang buku ini

Bayangkan kamu sedang berdiri di depan cermin. Wajah, tangan, jari-jari, kepala — semua tampak sangat manusiawi dan modern, bukan? Tapi bagaimana kalau ternyata yang kamu lihat di cermin itu adalah kapsul waktu raksasa yang menyimpan cerita sepanjang 3,5 miliar tahun? Itulah gagasan berani yang diangkat Neil Shubin dalam "Your Inner Fish". Sebagian besar fitur tubuh manusia ternyata hanyalah versi yang lebih rumit dari struktur milik makhluk-makhluk sederhana yang sekilas tampak sama sekali tidak mirip dengan kita. Kepala hiu, otak reptil, dan sirip ikan, jika kita pahami cara perkembangannya, tiba-tiba menjelaskan anatomi manusia yang selama ini terkenal rumit dan membingungkan.

Semuanya berawal dari penemuan luar biasa di Kutub Utara Kanada: fosil ikan berusia 375 juta tahun bernama Tiktaalik, makhluk transisi yang punya leher, kepala datar, dan persendian primitif untuk hidup di darat. Kedudukannya bagi sejarah manusia setara dengan Lucy, fosil hominid Afrika yang legendaris — karena lewat Tiktaalik kita menelusuri sejarah kita sebagai ikan. Dengan merajut tiga jenis bukti sekaligus, yaitu fosil kuno, embrio, dan DNA, Shubin menerangi ulang pohon keluarga manusia, dan kisahnya begitu memikat sampai diangkat menjadi serial dokumenter PBS yang populer.

Yang akan kamu pelajari

Yang akan kamu pelajari

Sepanjang buku ini, kita belajar membaca tubuh manusia sebagai arsip sejarah kehidupan itu sendiri. Dari penemuan Tiktaalik di Arktik, kita memahami bahwa cetak biru tangan, pergelangan, dan tungkai kita sudah tersimpan di sirip ikan berusia 375 juta tahun lalu. Lewat fosil, embrio, dan DNA, kita menelusuri bagaimana pola tulang, resep genetik seperti Sonic hedgehog dan Hox, gigi berhidroksiapatit, kepala dari lengkung insang hiu, hingga tubuh yang direkatkan paku molekular — semuanya adalah tema yang sama yang dimainkan dengan variasi berbeda oleh jutaan spesies selama ratusan juta tahun.

Pelajaran terbesarnya: kita bukan makhluk yang berdiri sendiri terpisah dari alam, melainkan bagian dari satu pohon kehidupan raksasa yang bercabang dari cacing tak berkepala, spons, ikan, hiu, reptil, hingga primata. Bahkan keluhan sehari-hari seperti cegukan, hernia, sleep apnea, hingga kecenderungan menimbun lemak adalah warisan evolusi yang bisa dijelaskan secara ilmiah — dan dipahami agar kita bisa hidup lebih sehat. Kisah ini mengajarkan kerendahan hati sekaligus kekaguman: makin dalam kita mengenal asal-usul kita, makin luar biasa pula keberadaan kita.

Sisanya untuk member

15 bagian lagi menunggu.

Buka seluruh ringkasan mulai dari paket bulanan, atau pilih tiga bulanan. Tanpa perpanjangan otomatis.

Lainnya di Sains & Teknologi